Melihat Ekonomi Papua Nugini, Tetangga RI yang Bikin China Sewot

Selasa, 16 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KERUSUHAN: Insiden kerusuhan terjadi di Papua Nugini baru baru ini mendapat sorotan dari negara China.

KERUSUHAN: Insiden kerusuhan terjadi di Papua Nugini baru baru ini mendapat sorotan dari negara China.

bantenraya.co | JAKARTA

Papua Nugini mendapat protes dari pemerintah China akibat kerusuhan yang terjadi di negara tersebut, khususnya yang menargetkan pertokoan milik warga Tiongkok. Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar di Port Moresby telah menyampaikan keluhan terkait insiden tersebut kepada pemerintah Indonesia sebagai negara tetangga Papua Nugini.

Kerusuhan di Papua Nugini dimulai ketika sekelompok tentara, polisi, dan sipir melakukan pemogokan sebagai respons terhadap pemotongan gaji tanpa alasan yang jelas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga yang tidak puas dengan pemerintah juga turut serta dalam aksi tersebut, menyerbu dan merampok toko-toko dengan memecahkan jendela kaca. Video dokumentasi menunjukkan kekacauan dengan bangunan dan kendaraan yang terbakar, bahkan polisi terpaksa meluncurkan tembakan untuk membubarkan kelompok penjarah.

Baca Juga :  Angkot Kalideres-Serpong Tabrak Truk, Satu Orang Penumpang Luka Berat

Dalam konteks perekonomian Papua Nugini, data dari Trading Economics menyebutkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut mencapai US$31,6 miliar, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar US$26,11 miliar. Utang pemerintah mencapai 41,6 persen dari PDB pada tahun 2022, mengalami penurunan dari angka tahun sebelumnya sebesar 51,6 persen.

Papua Nugini memiliki perekonomian yang sangat tergantung pada sektor sumber daya alam, terutama pertanian, kehutanan, perikanan, dan ekstraksi mineral serta energi. Sementara perekonomiannya tumbuh 2,6 persen, berbagai tantangan seperti kesulitan akses ke mata uang asing, gangguan pasokan listrik dan air, pembatalan penerbangan domestik, dan masalah di sektor perbankan masih dihadapi.

Baca Juga :  Universal Music Group Tarik Semua Lagunya di TikTok, ini Pengakuannya!

Asian Development Bank (ADB) mencatat bahwa meskipun ada tantangan ekonomi, sektor-sektor seperti layanan terkait perjalanan internasional, komunikasi, dan real estate menunjukkan ketahanan.

ADB juga memperkirakan potensi kenaikan signifikan dalam ekonomi Papua Nugini seiring dengan pembukaan kembali Tambang Emas Porgera dan keputusan investasi final untuk proyek LNG Papua yang diharapkan pada awal tahun 2024. Proyek ini diharapkan dapat merangsang kegiatan ekonomi, meningkatkan pendapatan pajak, dan membantu mengatasi kekurangan devisa di Papua Nugini. (*)

Penulis : BDR

Berita Terkait

Diplomat 12 Negara Jelajahi Wisata Banten
Ketum PBNU Kutuk Serangan AS-Israel Ke Iran
HIPMI Tangerang Perluas Jejaring Bisnis ke Belanda
Pemkot dan Jinju Teken Kemitraan Internasional , Sachrudin: Langkah Nyata Perkuat Transformasi Digital
Tangerang Perkuat Transformasi Digital di Dunia Pendidikan Lewat Kerja Sama Internasional
RI Tegaskan Komitmen Lindungi WNI dan Perangi TPPO di Asia Tenggara
KABAR GEMBIRA DARI SAHARA
Mengungkap Teknologi AC No. 1 Dunia: Kunjungan Eksklusif ke Pabrik Canggih TCL di Wuhan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:51 WIB

Diplomat 12 Negara Jelajahi Wisata Banten

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:06 WIB

Ketum PBNU Kutuk Serangan AS-Israel Ke Iran

Jumat, 14 November 2025 - 10:17 WIB

HIPMI Tangerang Perluas Jejaring Bisnis ke Belanda

Jumat, 14 November 2025 - 10:03 WIB

Pemkot dan Jinju Teken Kemitraan Internasional , Sachrudin: Langkah Nyata Perkuat Transformasi Digital

Kamis, 13 November 2025 - 10:57 WIB

Tangerang Perkuat Transformasi Digital di Dunia Pendidikan Lewat Kerja Sama Internasional

Berita Terbaru