bantenraya.co | TANGSEL
Komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan melalui “Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dan Penguatan Literasi Kebanksentralan wilayah Banten tahun 2026”.
Kegiatan ini digelar Selasa (7/4/2026) di salah satu hotel di Tangerang Selatan, dengan melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 300 mahasiswa tercatat sebagai penerima manfaat program ini. Mereka berasal dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan 130 mahasiswa (100 jenjang S1 dan 30 jenjang D3), Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin sebanyak 60 mahasiswa S1, serta Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 110 mahasiswa S1.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menyampaikan bahwa hubungan antara Bank Indonesia dan dunia akademisi sangat erat, terutama dalam membangun generasi muda yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
“Program ini tidak hanya soal beasiswa, tetapi juga pembekalan agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan, khususnya dalam mendorong literasi keuangan dan digitalisasi ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa penerima beasiswa yang tergabung dalam komunitas Generasi Bank Indonesia (GenBI) diharapkan semakin kuat dari berbagai aspek, termasuk dalam mendukung sistem pembayaran digital seperti QRIS.
Bahkan, peningkatan transaksi digital dapat mencapai hingga 200 persen setiap tahunnya melalui peran aktif para agen QRIS di masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya. Para mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini secara optimal demi meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat implementasi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yang merupakan wujud kepedulian sosial BI melalui berbagai program pemberdayaan.
PSBI memiliki tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (termasuk pendidikan dan beasiswa), serta kepedulian sosial.
Melalui program ini, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa beasiswa, tetapi juga mencakup sarana prasarana, pendampingan UMKM, hingga bantuan bagi korban bencana. Seluruh prosesnya dilakukan secara transparan, mulai dari perencanaan anggaran dalam Rapat Dewan Gubernur BI hingga tahap verifikasi dan pelaporan pertanggungjawaban.
Dengan semangat “Dedikasi Untuk Negeri”, Bank Indonesia menegaskan bahwa perannya tidak hanya terbatas pada kebijakan moneter, tetapi juga dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat. (det/hed/dam)







