Peredaran Obat Terlarang Marak Terjual Bebas Di Neglasari, FP2N : Polisi Dinilai Lemah

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Kolompok pemuda yang mengatasnamakan diri Forum Persatuan Pemuda Neglasari (FP2N) mengecam atas maraknya peredaran obat-obatan jenis golongan G beredar bebas di wilayah Neglasari, Kota Tangerang.

Organisasi kepemudaan yang berkonsentrasi di wilayah Kecamatan Neglasari ini menilai Polres Metro Tangerang Kota lemah dan melakukan pembiaran atas peredaran obat seperti Eximer dan Tramadol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FP2N Thorik Arfansyah menyampaikan, jika pihaknya telah melayangkan surat ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Kami tegaskan bahwa FP2N telah melayangkan surat ke Polres terkait maraknya peredaran obat terlarang terjual bebas dibeberapa wilayah Kecamatan Neglasari,” ungkap Thorik kepada awak media, Senin (5/5/2025).

Baca Juga :  Dukung Pilkada Serentak 2024, Pemkot Tangerang Diganjar Penghargaan

Thorik menuturkan jika peredaran obat terlarang ini telah meresahkan masyarakat.

“Hari ini kami menghitung ada sekitar 12 toko obat beredar bebas di Neglasari. Kami menilai hari ini pihak dari kepolisian dinilai gagal dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran obat type G,” lanjut Thorik.

Thorik menegaskan jika peredaran obat-obatan type G ini dapat berdampak pada rusaknya regenerasi.

“Jadi yang mengonsumsi obat-obatan ini bukan lagi bukan lagi orang dewasa tapi diindikasi anak-anak dibawah umur juga,” kata Thorik.

Baca Juga :  Proyek Miliaran Jadi Sorotan, Pengusaha Tangerang Layangkan Gugatan

Thorik mensinyalir kepolisian mengetahui atas peredaran obat-obatan jenis Eximer dan Tramadol tidak hanya terjual di toko-toko berkedok kosmetik dan sembako.

“Sebenarnya mereka tahu, karena saya melihat ada yang dagang dipinggir jalan, rumah, terus ada yang COD an dan lain sebagainya. Anehnya lagi polisi abai melihat situasi maraknya peredaran obat,” jelas Thorik.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran awak media, salah seorang penjaga toko yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan jika pihaknya telah melakukan koordinasi kepada Polsek Neglasari atas awal pembukaan toko. (*)

Penulis : Red

Editor : Mas

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik BUMD dan Kejari Teken MOU
Pemkot Tangerang Gelar Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, Dorong Penguatan Sekolah Adiwiyata
Sinergi PMI Kota Tangerang dan Yayasan Amway Peduli, Salurkan Bantuan Alat Sekolah untuk Pelajar
Polemik Pemilihan RW 001, Warga Datangi Kantor Kelurahan Cikokol
Diskominfo Kota Tangerang Jaga Stabilitas SPMB 2026 Lewat Dukungan 4 Server Khusus
Diskominfo Kota Bekasi Berguru Tata Kelola Layanan Digital ke Kota Tangerang
Lepas 411 Atlet ke POPDA XII Banten, Pemkot Tangerang Bidik Gelar Juara Umum
Festival Cisadane 2026 Usung Semangat Warisan Budaya dan Keberanian Baru
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik BUMD dan Kejari Teken MOU

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:59 WIB

Pemkot Tangerang Gelar Lomba Perilaku Ramah Lingkungan, Dorong Penguatan Sekolah Adiwiyata

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:43 WIB

Sinergi PMI Kota Tangerang dan Yayasan Amway Peduli, Salurkan Bantuan Alat Sekolah untuk Pelajar

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:18 WIB

Polemik Pemilihan RW 001, Warga Datangi Kantor Kelurahan Cikokol

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:42 WIB

Diskominfo Kota Bekasi Berguru Tata Kelola Layanan Digital ke Kota Tangerang

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

Perumda TKR Perluas Jaringan Air Bersih ke Cluster Catalina Gading Serpong

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:09 WIB

Kota Tangerang

Polemik Pemilihan RW 001, Warga Datangi Kantor Kelurahan Cikokol

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:18 WIB