Sebut Pertanian Harus Jadi Primadona Lagi, Andika Hazrumy Beberkan Strategi Ini

Senin, 6 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGUN PERTANIAN: Andika dalam acara pengenalan calon kepala daerah Partai Golkar di Serang (6/11).

BANGUN PERTANIAN: Andika dalam acara pengenalan calon kepala daerah Partai Golkar di Serang (6/11).

bantenraya.co | SERANG

Bakal Calon Bupati Serang dari Partai Golkar Andika Hazrumy menyebut sektor pertanian harus kembali menjadi primadona, khususnya di Kabupaten Serang. Hal itu merujuk kepada potensi wilayah Kabupaten Serang hampir sebagian besarnya ada di sektor pertanian.

“Dari 140 ribuan hektar luas wilayah kabupaten serang, 40 ribuan hektarnya itu sawah. Belum lahan pertanian non sawah. Jadi jelas potensinya di pertanian, dan ini harus dikejar lagi produktivitasnya,” kata Andika kepada pers usai acara sosialisasi balon kepala daerah dan calon legislatif Kabupaten Serang dari Partai Golkar di Kecamatan Ciomas, Minggu 5 November 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andika yang adalah Wakil Gubernur Banten 2017-2022 itu sebelumnya dalam acara tersebut mengatakan akan mempriotitaskan pembangunan di sektor pertanian jika kelak terpilih menjadi Bupati Serang.

Diungkapkan Andika, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini terjadi tren penurunan di sektor pertanian. Selain jumlah lahan pertanian yang menyusut karena alih fungsi menjadi pemukiman dan industri, juga menurunnya minat petani untuk tetap menekuni bercocok tanam. “Survey-survey BPS (badan pusat statistik menyebutkan jmlah lahan pertanian dan jumlah penduduk yang menekuni pertanian relatif menurun setiap tahunnya,” papar Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Golkar itu.

Secara umum penurunan tersebut kata Andika dapat dimaklumi karena kurang menariknya sektor pertanian mengingat kepada harga hasil panen yang cenderung tidak menguntungkan. Hal itu berbanding terbalik dengan mahalnya biaya untuk melakukan aktivitas produksi pertanian yang di antaranya meliputi mahalnya harga pupuk, benih, serta ongkos tenaga kerja penggarap lahan. “Belum lagi sekarang El Nino, kekeringan lahan di mana-mana, air saja susah. Ya, wajar kalau kemudian pilihannya tidak menanami lahan pertanian,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peringatan Sumpah Pemuda, Saatnya Pemuda Berperan Bukan Baperan

Padahal, lanjut pria yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Banten ini, sebelumnya sektor pertanian pernah sangat menjadi primadona penduduk Indonesia termasuk di Kabupaten Serang. Harga-harga komoditas pertanian yang relatif baik, didukung dengan ketersediaan pupuk dan benih yang memadai bahkan telah membuat Indonesia swasembada pangan dan menjadi negara pengekspor komoditas pertanian.

Terkait keinginannya mengembalikan sektor pertanian menjadi primadona, khususnya di Kabupaten Serang Andika menyebut harus dilakukannya strategi jangka pendek dan jangka panjang. Strategi jangka pendeknya adalah membenahi tata niaga komoditas pertanian sehingga petani mendapatkan harga yang menguntungkan setiap kali panen. “Khusus untuk padi ada daerah di Jawa Tengah saya lupa kabupaten apa, mereka tata niaga hasil panennya dikelola KUD (koperasi unit desa) yang bisa menjamin harga jual gabah mereka bagus. Kita harus pelajari itu dan juga menerapkannya untuk komoditas selain padi,” paparnya.

Peran koperasi seperti KUD dimaksud, kata Andika, juga bisa dimaksimalkan untuk urusan hulunya sebagai penyedia pupuk dan benih serta kebutuhan produksi pertanian lainnya. “Kaitan pupuk ini juga harus mulai diproyeksikan agar penggunaan pupuk organik kembalo dominan. BUMD (badan usaha milik daerah) seharusnya bisa berperan di sini,” jelasnya.

Untuk komoditas non padi, lanjut Andika, upaya membuat harga jual menjadi lebih menguntungkan bagi petani di antaranya adalah dengan melakukan hilirisasi, di mana hasil panen tidak dijual mentah-mentah, melainkan melalui proses pertambahan nilai terlebih dahulu.

Dengan menguntungkannya harga hasil komoditas pertanian melalui tata niaga dan hilirisasi hasil panen serta kemudahan-kemudahan lainnya dalam proses produksinya, Andika yakin sektor pertanian kembali akan menjadi primadona. “Jadi petani mending ngolah lahannya dari pada dijual untuk perumahan atau industri kalau bertani lebih menguntugkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dampingi Presiden, Bupati Serang Ungkap Kemajuan dari Dana Desa

Sementara itu lanjutnya, strategi jangka panjang yang harus dilakukan adalah dengan melakukan regenerasi profesi petani.

Sebagaimana petani generasi sebelumnya yang sudah banyak beralih profesi, kata Andika, lebih-lebih lagi generasi penerusnya. Saat ini generasi muda cenderung lebih banyak yang memilih untuk menekuni profesi selain petani meski berasal dari keluarga petani. Beruntungnya, lanjut dia, saat ini sudah mulai bermunculan gerakan petani milenial yang merancang cara-cara pertanian modern sehingga bertani menjadi jauh lebih mudah dengan penggunaan teknologi, dan sama menguntungkan dengan profesi-profesi lainnya dengan membuat tata niaga hasil panen sendiri serta melakukan hilirisasi hasil panennya. “Wabah petani milenial ini harus disebarluaskan. pemerintah daerah harus turun dengan kebijakan dan program juga anggaran yang bisa mendukung bermunculannya petani-petani milenial tadi,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, kata dia, pemerintah daerah harus pro aktif dalam membidani kelahiran sekolah-sekolah kejuruan pertanian atau kejuruan berbasis profesi di lingkungan di mana sekolah tersebut berada. “Terkait pendirian dan pengelolaannya saya kira memang kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait atau pemerintah provinsi ya, tapi pemerintah kabupaten bisa pro aktif mendorong kelahiran sekolah-sekokah kejuruan pertanian dan sejenisnya dengan melakukan pemetaan kebutuhan dan pengajuan,” paparnya.

Dengan kombinasi gerakan petani milenial dan lulusan-lulusan sekolah kejuruan pertanian yang terampil, Andika meyakini, sektor pertanian akan kembali menjadi primadona sebagai pilihan profesi bagi genarasi muda di masa mendatang. (*)

Penulis : rga

Editor : dwi teguh

Berita Terkait

Ponpes Shohibul Muslim Gelar Sunatan Massal Anak Kurang Mampu
Dewan: Pemkot Serang Jangan Terlena Inflasi Naik
Tiga Caleg Terpilih Asal Ciomas Hadiri Acara Halal Bihalal Kecamatan
Pj Walikota Serang Berharap Penerima Bantuan Kesejahteraan Sosial Tepat Sasaran
Refleksi Hari Kartini, Permahi Komisariat Untirta Gelar Diskusi Ide Perempuan
Kementerian ATR/BPN Menggelar Kegiatan Sinergi Reforma Agraria
Wadon Banten Rayu Bapilu DPW Partai Nasdem Banten Ajak Duet di Pilwalkot
Tersangka Penganiayaan Ustad di Baros Mendekam di Rutan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Mei 2024 - 18:40 WIB

Ponpes Shohibul Muslim Gelar Sunatan Massal Anak Kurang Mampu

Kamis, 25 April 2024 - 10:29 WIB

Dewan: Pemkot Serang Jangan Terlena Inflasi Naik

Rabu, 24 April 2024 - 10:02 WIB

Tiga Caleg Terpilih Asal Ciomas Hadiri Acara Halal Bihalal Kecamatan

Rabu, 24 April 2024 - 10:00 WIB

Pj Walikota Serang Berharap Penerima Bantuan Kesejahteraan Sosial Tepat Sasaran

Selasa, 23 April 2024 - 10:04 WIB

Refleksi Hari Kartini, Permahi Komisariat Untirta Gelar Diskusi Ide Perempuan

Selasa, 23 April 2024 - 09:51 WIB

Kementerian ATR/BPN Menggelar Kegiatan Sinergi Reforma Agraria

Senin, 22 April 2024 - 13:44 WIB

Wadon Banten Rayu Bapilu DPW Partai Nasdem Banten Ajak Duet di Pilwalkot

Sabtu, 6 April 2024 - 23:25 WIB

Tersangka Penganiayaan Ustad di Baros Mendekam di Rutan

Berita Terbaru

Intan Nurul Hikmah

Kabupaten Tangerang

Sekda dan Intan Bersanding  di Acara PAUD

Senin, 27 Mei 2024 - 16:57 WIB

Trend Seleb

Michelle Ziudith: Jodoh dan Kriteria Pasangan

Senin, 27 Mei 2024 - 11:48 WIB

Peristiwa

Asak’s 95 Ngelantour Berkemah di Gunung Pulosari

Senin, 27 Mei 2024 - 11:47 WIB