MI Yabika Terapkan Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta, Bangun Generasi Cerdas dan Berakhlak

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yabika, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang terus mengokohkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam, yang holistik dan berorientasi pada penguatan karakter.

Dengan jumlah peserta didik mencapai 600 siswa, MI Yabika memfokuskan pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara terpadu melalui berbagai program unggulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MI Yabika menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan tematik integratif, memberikan ruang luas bagi siswa untuk aktif, kreatif, dan berpikir kritis.

Implementasi kurikulum ini diperkuat dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan, sehingga suasana belajar menjadi aman, nyaman, dan membahagiakan bagi peserta didik.

Kepala MI Yabika, H. Agus Salam, S.Pd.I, menegaskan, pendidikan di MI Yabika tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian anak secara utuh.

“Kami ingin anak-anak belajar dengan rasa aman dan bahagia. Ketika anak merasa dicintai dan dihargai, maka potensi intelektual, emosional, dan spiritualnya akan tumbuh secara optimal,” ujar Agus Salam.

Dalam penguatan kecerdasan intelektual, MI Yabika mengembangkan berbagai program literasi dan numerasi. Setiap kelas dilengkapi pojok baca, disertai program membaca bermakna dan one day one story untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Baca Juga :  Binus School Serpong Ambil Tindakan Tegas terhadap Kasus Perundungan, Menerapkan Kebijakan Toleransi Nol

Pada bidang numerasi, madrasah ini menghadirkan kelas numerasi menyenangkan yang menekankan penguatan logika dan kemampuan pemecahan masalah melalui pendekatan kontekstual dan aplikatif.

Sementara itu, pengembangan sains dilakukan melalui eksperimen sains sederhana berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

Melalui kegiatan ini, siswa diajak belajar dengan cara mengeksplorasi, mengamati, dan mencoba secara langsung.

Dalam dimensi kecerdasan spiritual, MI Yabika memiliki program unggulan Tahfiz Al-Qur’an Juz 30 dan 29 serta tahsin . Pembiasaan shalat berjamaah, doa harian, dan pelatihan adab Islami menjadi budaya madrasah yang dijalankan secara konsisten.

Agus Salam menambahkan bahwa pembiasaan ibadah dan adab Islami menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter siswa.

“Kami ingin nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan dalam keseharian anak-anak di madrasah,” ujarnya.

Selain aspek spiritual dan intelektual, MI Yabika juga memberi perhatian besar pada kecerdasan emosional.

Berbagai kegiatan emosi positif seperti berbagi, peduli, dan kerja sama sosial dikemas dalam program Sekolah BERHATI (Bersih, Hijau, Sehat, dan Inovatif) yang menanamkan kepedulian terhadap diri, sesama, dan lingkungan.

Baca Juga :  Kado Manis Akhir Tahun 2025, SDN Cikupa 4 Juara Kids Start Cup 3

Seluruh program tersebut dirangkai dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yakni pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, keteladanan, dan penghargaan terhadap potensi anak sebagai inti pembelajaran.

Ketua Yayasan Bina Insan Kamil, Hj. Siti Izzatu Yazidah, M.Pd, menegaskan bahwa KBC merupakan ruh dari seluruh kebijakan pendidikan di bawah naungan yayasan.

“Pendidikan harus menghadirkan cinta, bukan tekanan. Kurikulum Berbasis Cinta kami hadirkan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berakhlak, dan memiliki empati sosial yang kuat,” kata Siti Izzatu Yazidah.

Menurutnya, sinergi antara Kurikulum Merdeka, Gerakan Sekolah Menyenangkan, Sekolah BERHATI, dan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar nyata untuk melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri keislamannya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, MI Yabika menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter.

Kehadiran MI Yabika di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi pusat pendidikan yang modern, humanis, dan religius secara seimbang. (*)

Penulis : Den

Editor : Mas

Berita Terkait

Wagub Dimyati Ajak Anak-anak Hidupi Nilai Pancasila
Wabup Intan Lepas 183 Santri Tahfidz Daarul Hikmah
Wabup Intan Dorong Pengembangan Bakat Siswa
Solusi Anak Tak Diterima SD Negeri, Ini Pilihan Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang
Wagub: Pendidikan Agama Bekal Terbaik Anak
Maesyal Perkuat Etika dan Bela Negara ASN
Benyamin Davnie Buka KMD Ciputat Timur 2026, Tekankan Keamanan Peserta Didik dalam Pembinaan Pramuka
Apresiasi Sachrudin terhadap Media yang Bangun Kompetisi Positif di Dunia Pendidikan
Berita ini 200 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 10:26 WIB

Wagub Dimyati Ajak Anak-anak Hidupi Nilai Pancasila

Senin, 22 Juni 2026 - 10:21 WIB

Wabup Intan Lepas 183 Santri Tahfidz Daarul Hikmah

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:26 WIB

Wabup Intan Dorong Pengembangan Bakat Siswa

Senin, 15 Juni 2026 - 16:19 WIB

Solusi Anak Tak Diterima SD Negeri, Ini Pilihan Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

Senin, 15 Juni 2026 - 10:38 WIB

Wagub: Pendidikan Agama Bekal Terbaik Anak

Berita Terbaru

Budaya

Wagub Dimyati Ajak Anak-anak Hidupi Nilai Pancasila

Senin, 22 Jun 2026 - 10:26 WIB

Kabupaten Tangerang

Wabup Intan Lepas 183 Santri Tahfidz Daarul Hikmah

Senin, 22 Jun 2026 - 10:21 WIB

Pemerintahan

Bupati Dewi Bahas HPL dan SNT dengan Lemhannas

Senin, 22 Jun 2026 - 10:13 WIB

Hukum & Kriminal

Dua Terduga Curanmor Diamankan Saat Subuh

Senin, 22 Jun 2026 - 10:08 WIB