bantenraya.co | TANGERANG
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa peran guru sebagai ujung tombak pendidikan sangat menentukan kualitas generasi masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan melalui sambungan telepon dalam kegiatan silaturahmi penguatan organisasi dan penyaluran bantuan bagi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Tangerang, yang digelar di Gedung Guru Kota Tangerang, Senin (20/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Sachrudin mengapresiasi dedikasi para guru sekaligus menekankan pentingnya menjaga sinergi antara Pemerintah Kota Tangerang dan PGRI agar terus berjalan solid.

“Kami berharap sinergi antara Pemkot Tangerang dan PGRI terus terjalin kuat. Peran guru sangat menentukan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Salah satunya melalui program prioritas “Gampang Sekolah” yang bertujuan memastikan tidak ada anak yang kesulitan mengakses pendidikan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada hambatan bagi anak-anak untuk bersekolah, sehingga semua memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui pemberian insentif kepada 18.675 pendidik dan tenaga kependidikan, mulai dari jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs hingga PKBM.
“Ketika guru sejahtera, maka pendidikan akan berkualitas. Dan ketika pendidikan maju, Kota Tangerang akan semakin berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, turut mengapresiasi pelaksanaan acara yang dinilai semakin memberikan manfaat nyata bagi anggota PGRI.
Menurutnya, kegiatan yang sebelumnya bersifat seremonial kini telah berkembang menjadi lebih bermakna dan berdampak langsung bagi para guru.
“Ini menunjukkan bahwa PGRI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi organisasi yang hidup, peduli, dan hadir di tengah anggotanya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pemberian bantuan kepada guru terdampak banjir sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian antaranggota.
“Ini bukti bahwa solidaritas bukan hanya sekadar kata, tetapi aksi nyata. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini untuk terus membangun dunia pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (wil/dam)







