bantenraya.co | TANGERANG
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi terutama oleh kemampuan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan secara nyata, cepat, dan terukur di lapangan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) Tahun 2026 yang digelar di Golden Boutique Hotel, Selasa (28/04/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara ASWAKADA dan Lembaga Kajian Pelatihan Manajemen Integrasi (LKPMI) ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas wakil kepala daerah dalam mengawal jalannya pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Maryono menekankan bahwa tantangan pembangunan saat ini bukan lagi sekadar menyusun program, melainkan memastikan seluruh kebijakan dapat dijalankan secara optimal hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Eksekusi adalah kunci. Program yang baik tidak akan berdampak jika tidak dijalankan secara optimal di lapangan,” tegas Maryono.
Menurutnya, wakil kepala daerah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara arah kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan riil daerah. Peran tersebut menuntut kemampuan koordinatif, pengawasan, serta percepatan implementasi program agar tidak berhenti pada tataran administratif semata.
“Peran kita adalah memastikan program tidak berhenti di atas kertas. Harus ada aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Maryono juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas level pemerintahan sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan. Menurutnya, kebijakan nasional harus diterjemahkan secara konkret dan adaptif sesuai kondisi masing-masing daerah agar pelaksanaan program lebih efektif.
“Sinergi yang kuat akan mendorong eksekusi yang lebih efektif. Kebijakan pusat harus mampu kita turunkan menjadi langkah konkret yang adaptif dengan kondisi daerah,” lanjutnya.
Melalui forum ASWAKADA, para wakil kepala daerah dari berbagai wilayah didorong untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan, sekaligus memperkuat peran koordinatif dalam mendukung kepala daerah masing-masing.
“Forum ini adalah ruang penyelarasan aksi. Kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata,” katanya.
Maryono berharap, Bimtek ini mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dalam memperkuat implementasi pembangunan di daerah.
Menurutnya, ketika proses eksekusi berjalan baik, pembangunan akan lebih cepat terealisasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Ketika eksekusi berjalan baik, maka hasil pembangunan akan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa pembangunan yang efektif membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu merancang kebijakan, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. (wil/dam)







