bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (PRLTH) atau Bedah Rumah. Pada tahun 2026, sebanyak 65 warga di Kecamatan Batuceper menjadi penerima manfaat program tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan, program PRLTH merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan hunian yang lebih aman, nyaman, dan memenuhi standar kelayakan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, bantuan perbaikan rumah ini diberikan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi agar manfaat program dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Sebanyak 65 penerima manfaat di Kecamatan Batuceper akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Prosesnya dilakukan berdasarkan hasil verifikasi sebelumnya,” ujar Decky, Selasa (24/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program bedah rumah tidak hanya melibatkan Pemkot Tangerang, tetapi juga didukung oleh berbagai unsur kewilayahan seperti kelurahan, RT, RW, serta partisipasi masyarakat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Selain memperbaiki kondisi bangunan, program PRLTH juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi warga.
“Program ini tidak hanya memperbaiki rumah secara fisik, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih baik bagi masyarakat,” jelasnya.
Decky menambahkan, setelah tahapan sosialisasi selesai, proses pelaksanaan bedah rumah akan dilakukan secara bertahap. Pemkot Tangerang menargetkan sebanyak 1.000 rumah dapat diperbaiki melalui program tersebut sepanjang tahun 2026.
Melalui program ini, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat peningkatan kualitas hunian sekaligus mewujudkan Kota Tangerang sebagai daerah yang layak huni dan berkelanjutan.(Wil)







