bantenraya.co | PANDEGLANG
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menggelar Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Hj. Eniyati, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga bidan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi baru lahir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Indonesia Husada Mandiri (IHM). Pada gelombang pertama, kegiatan diikuti 53 peserta yang terbagi dalam dua kelas dan berasal dari berbagai FKTP di Kabupaten Pandeglang.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pelayanan kebidanan secara komprehensif, meliputi pelayanan ANC sesuai standar, deteksi dini risiko kehamilan, asuhan persalinan, pelayanan masa nifas, hingga pelaksanaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan pada bayi baru lahir.
Menurut Eniyati, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi.
“Bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan pelayanan terbaik sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Melalui pelatihan ini, diharapkan kompetensi bidan semakin kuat dan mampu memberikan pelayanan sesuai standar di fasilitas kesehatan masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di masing-masing FKTP, sehingga mendukung upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Bidan kompeten, pelayanan semakin hebat. Bersama meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi menuju Pandeglang yang lebih sehat,” harap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eniyati. (ian/dam)







