bantenraya.co | TANGERANG
Flyover Cisauk yang menelan biaya Rp 200 miliar menjadi flyover pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibiayai pemerintah daerah. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid.
“Biaya pembebasan lahan maupun fisiknya murni menggunakan dana APBD Kabupaten Tangerang tanpa bantuan dana pemerintah pusat dan menjadi jembatan layang pertama di Indonesia yang sepenuhnya dibiayai Pemda,” kata Sekda yang biasa disapa Rudi Maesyal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekda mengatakan, semua biaya pembangunan jembatan layang itu direncanakan ditanggung bersama dengan pemerintah pusat.
“Awalnya Pemda hanya membebaskan lahannya saja, biaya pembangunan fisiknya oleh Kementerian PUPR,” ujar Maesyal.
Namun, ketika Pemkab Tangerang telah membuat kajian dan menuntaskan pembebasan lahan pada 2020-2021, pemerintah pusat tidak bisa mendanai pembangunan flyover Cisauk karena refocusing anggaran dampak pandemi Covid-19.
“Sementara flyover sudah mendesak untuk dibangun karena menjadi satu-satunya solusi kemacetan di Cisauk,” tukasnya.
Sekda mengaku Bupati Tangerang saat itu, Ahmed Zaki Iskandar meminta kepada dirinya melakukan kajian dan perhitungan kemungkinan pembangunan fisik jembatan layang itu dibiayai APBD.
“Saya langsung melakukan perintah Pak Bupati itu dengan melibatkan seluruh instansi terkait, hasilnya sangat memungkinkan APBD menanggung biaya konstruksi flyover dengan mekanisme multiyears,” ungkapnya.
Dijelaskan Sekda, Pemkab Tangerang mengajukan anggaran pembangunan flyover ke DPRD Kabupaten Tangerang yang akhirnya menyetujui anggaran tersebut.
Pada November 2022, konstruksi flyover dimulai dengan waktu kerja lebih dari 350 hari. Akhir Desember 2023, flyover rampung dan langsung diuji coba. “Ternyata keputusan Bupati Zaki saat itu sangat tepat, flyover sudah beroperasi, masyarakat langsung merasakan dampak positifnya,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menambahkan
Jembatan layang yang memiliki panjang 1,09 kilometer, panjang jembatan 525 meter dengan dua lajur masing-masing memiliki lebar 5,5 meter telah dioperasikan secara penuh.
“Alhamdulillah kemacetan bisa diurai, masyarakat sudah merasakan dengan adanya pembangunan dari Flyover Cisauk ini,” tuturnya.
Jembatan layang Cisauk ini, sambungnya, dibiayai seluruhnya dari APBD Kabupaten Tangerang baik untuk pembebasan lahan maupun biaya konstruksinya. “Kurang lebih Rp 200 miliar, multiyears dua tahun anggaran 2022 dan 2023,” kata Iwan.
Proses pembebasan lahan dilakukan tahun 2020 sampai 2022, dan pembangunan fisik dimulai November 2022 dan selesai pembangunan Desember 2023. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh







