bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,038 miliar untuk program bantuan sosial bagi mahasiswa pada tahun 2026. Bantuan tersebut akan diberikan kepada 173 mahasiswa yang telah lolos proses verifikasi dan seleksi sebagai penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan bahwa pada awal perencanaan anggaran murni 2026, jumlah penerima ditargetkan sebanyak 193 mahasiswa. Namun, setelah melalui tahapan pendaftaran dan seleksi administrasi, jumlah penerima yang memenuhi kriteria menjadi 173 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya target penerima sebanyak 193 mahasiswa. Setelah dilakukan proses seleksi dan verifikasi, terdapat 173 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan,” ujar Acep, Rabu (15/7/2026).
Acep menegaskan, bantuan yang diberikan merupakan bantuan sosial mahasiswa, bukan program beasiswa. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan selama menempuh pendidikan.
“Bantuan ini merupakan bansos, bukan beasiswa. Dana yang diterima dapat digunakan untuk kebutuhan akademik maupun kebutuhan penunjang lainnya selama kuliah, seperti biaya tempat tinggal dan kebutuhan pendidikan lainnya,” jelasnya.
Ia menyampaikan, proses seleksi penerima dilakukan secara cermat dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Prioritas diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil 1 hingga desil 5 serta tidak sedang menerima bantuan pendidikan lain seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Data utama yang kami gunakan adalah DTSEN. Selain melihat kondisi ekonomi keluarga, kami juga memastikan penerima tidak mendapatkan bantuan pendidikan lain agar bantuan dapat tepat sasaran,” katanya.
Menurut Acep, program tersebut diperuntukkan bagi warga ber-KTP Kota Tangerang, sementara lokasi perguruan tinggi tidak menjadi batasan. Mahasiswa penerima dapat berkuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
“Yang menjadi prioritas adalah masyarakat Kota Tangerang. Untuk kampusnya tidak dibatasi, bisa perguruan tinggi di mana saja selama memenuhi persyaratan,” ungkapnya.
Selain penyaluran bantuan tahap awal, Dinsos Kota Tangerang juga tengah mempersiapkan pengajuan pada perubahan anggaran tahun 2026. Saat ini terdapat 297 mahasiswa yang telah mendaftar dan masih menjalani proses verifikasi.
Acep berharap melalui perubahan anggaran tersebut jumlah penerima bantuan dapat bertambah sehingga semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memperoleh dukungan untuk menyelesaikan pendidikan.
“Nominal bantuan tetap sebesar Rp6 juta per mahasiswa. Yang kami dorong adalah penambahan jumlah penerima agar manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Selain bantuan mahasiswa, Dinsos Kota Tangerang juga menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti bantuan bagi penyandang disabilitas, bantuan modal usaha, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, serta program pemberdayaan bagi masyarakat rentan.
Acep berharap para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk mendukung keberhasilan pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sesuai kebutuhan pendidikan. Semoga para mahasiswa penerima dapat terus berkembang, meraih cita-cita, dan nantinya ikut berkontribusi untuk masyarakat, khususnya Kota Tangerang,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Mustofa Kamaludin, mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, program bantuan pendidikan menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mahasiswa yang memiliki semangat belajar namun menghadapi kendala biaya.
“Program seperti ini sangat positif untuk membantu anak-anak yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala persoalan finansial,” ujarnya.(Wil)







