Bahlil “Sindir” Sri Mulyani Soal Uang Rp800 Miliar

Selasa, 5 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama  Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2022). (ant)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/12/2022). (ant)

bantenraya.co | JAKARTA

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia curhat soal minta anggaran tambahan Rp800 miliar untuk membenahi proses izin usaha melalui Online Single Submission (OSS), tetapi ditolak Kementerian Keuangan.

Menurutnya, OSS di kementeriannya sekarang masih seperti mobil Avanza. Padahal, Bahlil mengaku dituntut Jokowi untuk membuat sistem pengurusan izin investasi itu bisa secepat gerak mobil Mercedes alias Mercy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Avanza jangan disuruh lari 160 km per jam, nanti terbalik di jalan tol atau jangan disuruh orang hidup nyaman di Avanza. Kalau kita mau pakai mobil bagus, Mercy, 160 km/jam pasti licin, stabilizer-nya pasti jalannya bagus. Penting ini pimpinan, jangan sampai menteri investasi dikira tidak bisa memperjuangkan apa yang menjadi harapan rakyat lewat bapak/ibu dewan terhormat, tanyakan kepada Kementerian Keuangan kenapa ini tidak terjadi,” sindir Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023).

Baca Juga :  Dudung: Prabowo Itu Peduli Prajurit dan Pertahanan

“Saya tidak ingin menjadi menteri yang cengeng hanya karena persoalan ini, tapi ini adalah persoalan tuntutan dari rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban profesionalisme dalam bidang pemeriksaan keuangan,” lanjut Bahlil.

Bahlil menegaskan Kementerian Investasi/BKPM sudah mendapatkan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak 15 kali. Oleh karena itu, Bahlil amat berharap anggaran tambahan senilai Rp800 miliar itu bisa cair.

Terlepas dari itu, ia berkelakar soal pencapaian yang diraih kementeriannya. Menurutnya, capaian tersebut bukan buah hasil kerja keras anak buahnya di Kementerian Investasi/BKPM.

“Bagus, bagus. Jadi, kita sudah WTP 15 kali, bukan karena kerja staf saya bagus, tapi karena uangnya kecil,” kelakar Bahlil disambut gelak tawa para peserta raker, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Baca Juga :  Kemenag Terima Rekor MURI

Bahlil getol mempromosikan OSS. Ia menegaskan seluruh urusan administrasi pengurusan izin usaha berhasil dipangkas menggunakan sistem tersebut, termasuk untuk UMKM.

Ia tak ingin pengalaman pahit yang menimpanya terulang. Menurutnya, dulu marak terjadi praktik ‘titip duit’ dalam urusan mengurus izin usaha.

“Dulu waktu saya bikin izin (usaha), setiap meja (pejabat) harus ada yang saya tinggalkan (Bahlil menunjukkan gestur memberikan uang). Dengan pengalaman itu, saya bilang tidak boleh lagi lewat-lewat meja, semua lewat OSS dan buat UMKM semuanya gratis,” jelas Bahlil dalam Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/8/2023) yang lalu.

“Jadi, untuk izin-izin lewat OSS, termasuk sertifikat halal tidak ada bayar-bayar, dibiayai negara. Makanya pakai OSS,” tegasnya. (*)

Penulis : teguh/cnn

Editor : chand

Berita Terkait

JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono
TNI AD Gelorakan Semangat Pengabdian Tanpa Pamrih di Hari Juang 2025
Tragedi Lingkungan Jadi Alarm, Hak Atas Lingkungan Berkeadilan Masuk Amandemen UUD 1945
Menko Polkam Bahas Pembangunan di Papua Pegunungan, Diawali Upacara Adat
Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi
Melalui Upacara 17-an, Kasad Dorong TNI AD Tingkatkan Kualitas Kinerja dan Kepercayaan Publik
Apresiasi Putusan MK Larangan Polri Aktif Jabatan Sipil, AMPHI: Ini Bentuk Supremasi Sipil
Pertarungan Kepentingan: Interaksi Antar Aktor dalam Pengawasan Pemilu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:43 WIB

JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:02 WIB

TNI AD Gelorakan Semangat Pengabdian Tanpa Pamrih di Hari Juang 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:43 WIB

Tragedi Lingkungan Jadi Alarm, Hak Atas Lingkungan Berkeadilan Masuk Amandemen UUD 1945

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:44 WIB

Menko Polkam Bahas Pembangunan di Papua Pegunungan, Diawali Upacara Adat

Kamis, 20 November 2025 - 14:24 WIB

Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Berita Terbaru

Tangerang Raya

Ngabuburit Penuh Energi: Futsal Bareng Karang Taruna Pinang

Minggu, 8 Mar 2026 - 18:54 WIB

Tangerang Raya

BATARA Tangerang Raya Gelar Buka Puasa Bersama dan Bagi Takjil

Sabtu, 7 Mar 2026 - 17:41 WIB

Tangerang Raya

Bayur Periuk Lebih Lancar: Pemkot Tangerang Selesaikan Perbaikan

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:51 WIB