bantenraya.co | BELITUNG
Satu lagi rumah makan yang menyajikan makanan khas Belitung dibuka. Rumah Makan Gangan Kris Belitung, beralamatkan di Gedung PKK Kabupaten Belitung, Jalan A.Yani (depan kantor Bupati), Tanjungpandan Belitung.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom, membuka langsung kegiatan pembukaan rumah makan ini, Jum’at Sore (19/09/2025). Dihadiri segenap tokoh masyarakat dan ibu-ibu PKK Belitung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menu Utama
Gangan dipilih sebagai menu utama, karena kuliner khas Belitung yang populer, menawarkan rasa segar, gurih, dan sedikit asam dengan kuah kuning kaya rempah yang khas, dan menggunakan ikan segar hasil tangkapan nelayan.
Sehingga menjadi hidangan unik dan menggugah selera yang menarik bagi pengunjung. Dan juga sesuai dengan penamaan Rumah Makan Gangan Kris Belitung ini.
Selain itu juga disajikan menu lain, tentunya menggoda selera dan ramah di kantong.
Apa Itu Gangan ?
Gangan ikan makanan khas (hidangan ikonik) yang bahan utamanya terbuat dari ikan (sop ikan) yang berasal dari Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Gangan biasanya diolah dengan menggunakan bumbu seperti Cabe, Kunyit dan Kemiri yang kemudian bumbu-bumbu tersebut dihaluskan.
Setelah itu, bumbu-bumbu tesebut dimasak dengan menggunakan api karena dipercaya dapat menambah cita rasa dari Gangan tersebut. Selain bumbu halus tersebut, boleh juga ditambahkan pucuk daun nangka.
Salah satu varian Gangan adalah Gangan Liut (kental) yaitu Gangan kental yang merupakan hasil olahan dari singkong yang direbus bersama dengan bumbu . Varian Gangan ini dapat ditemukan di daerah pedalaman (darat).
Gangan nanas salah satu varian dari gangan yang diolah tanpa menggunakan singkong, menghasilkan kuah berwarna kuning segar dan bercita rasa pedas dan agak manis. Selain dikonsumsi sehari-hari, makanan ini juga digunakan dalam upacara adat seperti upacara pernikahan.
Di pulau Bangka sendiri, gangan disebut juga dengan “Lempah Kuning”.
Cindi, Owner Gangan Kris Belitung menuturkan, pengalamannya tinggal diluar daerah dan bersuamikan warga Belitung, membuatnya belajar masak gangan.
Dengan bahan yang dibeli dari supermarket di daerahnya, ia belajar masak gangan. Dikarenakan ikan yang dibeli tidak segar, sehingga rasanya kurang atau tidak sesuai selera.
Setelah tinggal di Belitung, kembali masak gangan dengan ikan segar, karena di Belitung ikan segar mudah didapatkan, ternyata hasilnya sangat memuaskan dan membuatnya ketagihan. Hal inilah yang membuatnya “Jatuh Cinta” dengan gangan Belitung.
“Dari pengalaman inilah sebagai warga pendatang, tercetus untuk membuka Rumah Makan Gangan Kris Belitung,” ucapnya.
Ia memilih lokasi di Jalan Schmad Yani ini, mengingat lokasi berada di jantung pemerintahan Belitung. Tentunya dapat dijangkau dan memudahkan tamu dari luar, maupun warga Belitung untuk menikmati dan mendapatkan gangan dengan mudah .
“Rumah makan ini bekerja sama dengan Koperasi PKK Kabupaten Belitung, dengan memberdayakan kaum perempuan dan membangkitkan kembali gerakan PKK yang sudah berjalan,” tegas Cindy.
“Dengan motto “Pas Dilidah Kite”, diharapkan kehadiran Rumah Makan Gangan Kris Belitung, lebih dikenal baik didalam maupun luar Belitung, dan mudah-mudahan Go Internasional.
Sementara itu, Rusmanto, Manajer Gangan Kris Belitung menuturkan, dengan konsep lokasi yang langsung bersentuhan dengan alam, rumah makan ini dibuat senatural mungkin, sehingga bisa memanjakan pengunjung untuk menikmati menu yang tersedia.
“Lokasi yang cocok untuk bersantap dengan keluarga, ataupun untuk bertemu dengan mitra, relasi usaha,” terang Rusmanto atau akrab disapa Santo.
Menurut Santo, gangan langsung diolah di tempat, pengunjung bisa memilih langsung ikan segar.
“Pengunjung bisa memilih dan menimbang langsung ikan segar, sesuai porsi kebutuhan dan menentukan beratnya sesuai dengan harga yang akan dikenakan. Dan memilih pengolahan untuk dibakar atau dimasak gangan,” ungkap Santo. (*)
Penulis : Rls
Editor : Den







