bantenraya.co | TANGERANG
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Tangerang dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Pengakuan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sebagai bentuk evaluasi atas langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa Kota Tangerang menjadi salah satu daerah dengan performa pengendalian inflasi yang dinilai menonjol berkat implementasi program yang terarah dan konsisten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang telah menjalankan berbagai strategi konkret sesuai arahan TPID nasional, mulai dari operasi pasar, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, kerja sama dengan daerah penghasil komoditas pangan, gerakan menanam, hingga pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
“Ada sejumlah pemerintah daerah yang telah menunjukkan kinerja nyata untuk menangani inflasi di daerahnya, termasuk Kota Tangerang. Meski hasilnya belum semuanya maksimal, upaya yang sudah dilakukan diharapkan bisa berdampak lebih baik untuk ke depannya,” ujar Tomsi.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Kota Tangerang mampu menjaga respons cepat terhadap tekanan inflasi melalui pendekatan lintas sektor, baik dari sisi distribusi, pasokan, maupun intervensi langsung di lapangan.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menambahkan bahwa tren inflasi Kota Tangerang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Tangerang tercatat sebagai daerah dengan indeks inflasi terendah di Provinsi Banten pada Maret, yakni sebesar 3,01 persen, lebih baik dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lainnya di wilayah tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan program pengendalian inflasi di Kota Tangerang bisa berjalan sesuai dengan target yang ditentukan. Terlebih, indeks inflasi pada triwulan pertama tahun ini sangat positif seperti Januari 3,52 persen, Februari 4,64 persen dan Maret turun ke 3,01 persen,” jelas Ruta.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya efektivitas kebijakan pengendalian yang dijalankan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga di tengah tantangan ekonomi nasional.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektoral, termasuk dengan pelaku usaha, distributor, pemerintah pusat, dan daerah penghasil pangan, guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang stabil.
Stabilitas inflasi dinilai bukan hanya soal angka statistik, tetapi berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, ketahanan ekonomi keluarga, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Dengan capaian ini, Kota Tangerang semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang adaptif dan responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus menjadi contoh pengelolaan inflasi daerah yang efektif di Provinsi Banten. (wil/dam)







