bantenraya.co | TANGERANG
Proyek pembangunan turap di Irigasi Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menuai sorotan tajam dari masyarakat, Selasa (3/12/2024).
Penebangan pohon secara massal yang dilakukan dalam pengerjaan proyek oleh Dinas PUPR Kota Tangerang menimbulkan keresahan warga. Mereka menilai, tindakan tersebut mengorbankan kelestarian lingkungan dan estetika kota yang selama ini dijaga bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya, banyak pohon yang ditebang begitu saja. Padahal dulu pohon-pohon ini ditanam bersama oleh warga secara gotong royong. Sekarang kok langsung ditebang tanpa diskusi dulu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan pohon membutuhkan waktu lama dan berperan penting dalam menjaga lingkungan. “Ini bukan cuma satu atau dua pohon, hampir semuanya ditebang. Lingkungan itu perlu dilestarikan, bukan dihabiskan seperti ini,” katanya dengan nada kecewa.
Warga pun menyayangkan keputusan pemerintah daerah yang dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
“Jangan karena ini program pembangunan, aspek lain dikorbankan begitu saja. Harusnya ada perhatian pada kelestarian lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat,” tegas warga yang tinggal di Cipondoh Makmur ini.
Selain masalah penebangan pohon, warga juga mengeluhkan penempatan material bangunan dan alat berat yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Material seperti batu kali diletakkan sembarangan, tanpa batas pengaman. Ini bisa menyebabkan kecelakaan,” keluh warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Tangerang, Mursiman, mengakui adanya hal itu. Namun, ia menyatakan bahwa wewenang terkait penebangan pohon ada di bidang lain.
Meski persoalan ini bukan berada pada wewenangnya, namun ia cukup kooperatif dalam memberikan penjelasan yang berimbang.
“Sebenernya saya gak bisa menyampaikan keterangan, karena ini tupoksinya ada dibidang tata air. Tapi nanti saya teruskan ke pimpinan. Saya hanya sedikit bisa menjelaskan, kalau saya biasanya bila berkaitan dengan penebangan pohon, langsung bersurat ke pertamanan, karena (domainnya) ada disana,” kata mursiman seraya berharap agar hal ini tidak sampai menjadi persoalan yang besar dan menghambat pembangunan.
Sayangnya, hingga berita ini dipublish, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, belum dapat dimintai keterangan. Salah satu petugas keamanan di kantor dinas menyebutkan bahwa Taufik sedang tidak berada di tempat. (*)
Penulis : Ali
Editor : Chan







