Mohamad Bawazeer: Perang Iran-Israel Tidak Menganggu Ekspor Indonesia ke Timur Tengah

Senin, 14 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | JAKARTA

Perdagangan Indonesia ke Timur Tengah pada saat dan pasca perang Iran-Israel tidak terpengaruh. Memang ada beberapa penerbangan delay, termasuk pemulangan jamaah haji Indonesia, tapi sebentar dan penerbangan normal kembali.

Sedangkan perjalanan laut yang mengangkut komoditas,lancar-lancar saja. Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri, Komite Bilateral (Kombil) Timur Tengah Ir. Mohamad Bawazeer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Yang sangat memukul pelaku usaha kita adalah penetapan tarif masuk komoditas ke Amerika Serikat pasca perang tersebut, yakni sebesar 32 %. Kemudian (kemunginan,red) akan ditambah 10% lagi karena Indonesia secara permanen sudah masuk ke dalam keanggotaan blok dagang BRICS (Brazil, Rusia, China, South Africa),” ujar Bawazeer, Sabtu, (12/7/25), yang juga Ketua Pengawas Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

Dijelaskan lebih lanjut, pasca perang Iran-Israel, Amerika menerapkan tarif tinggi kepada Indonesia dan bebebrapa negara lain. Tetapi kepada negara-negara Timur Tengah masih menerapkan tarif masuk rendah, sama dengan tarif sebelumnya, yakni sekitar 10 prosen.

Baca Juga :  106 Pasangan Ikuti Tangerang Ngebesan 2026

“Sementara Indonesia 32%, (jika ditambah 10% lagi karena masuk BRICS), menjadi 42%. Perbedaannya besar sekali yakni 32 %. Ini sangat berat,” tandasnya.

Hal ini, lanjut Bawazeer, sangat merugikan Indonesia. Tidak hanya ekspor terganggu tapi nantinya pengusaha atau investor lebih cenderung menanamkan modalnya di negara-negara yang biaya masuk produknya ke Amerika rendah.

”Nah justru itu yang harus kita pikirkan, kalau penerapan pajak ini akibat daripada perang Amerika/Israel melawan Iran. Jadi dampak langsungnya tidak ada. Ada sedikit tapi tidak signifikan. Contoh harga minyak yang tadi diperkirakan akan melambung hingga100 dolar/barel ternyata tidak juga. Yang lebih memprihatinkan itu adalah kebijakan Amerika yang sudah menerapkan pajak 32% secara mandatori (ditambah 10 prosen karena masuk BRICS) . Ini akan membuat investor berpikir untuk memindahkan pabriknya ke negara-negara Timur Tengah. Tapi dengan catatan hasil dari produk itu akan diekspor ke Amerika,” tuturnya.

Baca Juga :  Tunaikan Nazar, Arief Potong Kambing di Pokja Wartawan

Menyikapi ini, menurut Bawazeer, mau tidak mau, pemerintah harus berusaha membuat iklim investasi lebih lebih sehat dan longgar kepada pengusaha yang sedang babak belur oleh kebijakan tersebut, dan kepada pengusaha baru yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Misalnya dengan memberikan insentif, pengenaan pajak yang rendah dan memotong rantai birokrasi yang selama ini mempersulit.

”Artinya, jangan terhambat oleh birokrasi, jangan terganggu oleh kebijakan-kebijakan baru yang kontra produktif. Ini point yang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah karena pengusaha itu perlu kepastian dan iklim investasi yang terjamin,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut Bawazeer, pengusaha dan pemerintah harus mempersiapkan produk yang tadinya diekspor ke Amerika, mencari pasar lain. Seperti Eropa dan negara yang selama ini sudah menjadi pasar tradisional produk Indonesia. (wil/mas/dam)

Berita Terkait

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 202
Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan
Antusiasme Tinggi! Warga Serang Nobar Timnas
16 Prajurit Korem 052/Wkr Naik Pangkat, Laporan Korps Dipimpin Kasrem
Harmoni Kebersamaan di Hari Raya, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Penawaran Eksklusif Idul Fitri
Selama Ramadan, PERUMDAM Tirta Kerta Raharja Pastikan Distribusi Air Tetap Aman dan Lancar
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Alquran di Indonesia, PT IKPP Tangerang Wakaf Alquran Bersama Wali Kota Tangerang Selatan
Analis Prediksi Saham INKP Berpotensi Menguat, Simak Level Support dan Resistance
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:36 WIB

Tunjukkan Kinerja Beyond Compliance, PT IKPP Tangerang Raih PROPER Hijau 202

Kamis, 2 April 2026 - 13:41 WIB

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan

Rabu, 1 April 2026 - 16:57 WIB

Antusiasme Tinggi! Warga Serang Nobar Timnas

Rabu, 1 April 2026 - 14:39 WIB

16 Prajurit Korem 052/Wkr Naik Pangkat, Laporan Korps Dipimpin Kasrem

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:54 WIB

Harmoni Kebersamaan di Hari Raya, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Penawaran Eksklusif Idul Fitri

Berita Terbaru

headline

Aktivis Lingkungan Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Tangerang

Kamis, 16 Apr 2026 - 18:45 WIB

headline

Layanan Aduan Diperkuat, Diskominfo Gelar Rakor

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:44 WIB

Banten Raya

741 Calon Jemaah Haji Lebak Siap Berangkat

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:42 WIB

headline

Pemkot Tangerang Lanjutkan Perbaikan Jalan Sangego–Bayur

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:40 WIB