Waspadai Musim Penghujan, Puskesmas Sukamulya Berdayakan Kader Jumantik

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Tercatat pada 2025 kasus DBD di Puskesmas Sukamulya, Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan. Pada Desember 2025 tercatat 19 kasus.

Hal itu menjadi perhatian serius Kepala Puskesmas Sukamulya, drg. Eko Hartati., MARS, untuk mencegah meningkatnya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, drg. Eko Hartai, mengajak kader juru pemantau jentik (jumantik) agar lebih aktif.

Sebab, tak sedikit warga Sukamulya yang tidak tahu terkait nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang membawa virus DBD tersebut.

“Jangan berhenti memantau perkembangan jentik di sekeliling kita, awasi dan basmi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan pengendalian bebas jentik dari para kader jumantik dipastikan mampu menekan bahkan menghilangkan potensi meningkatnya kasus DBD di Kecamatan Sukamulya.

Baca Juga :  Pembangunan Fly Over Cisauk Dikebut, Jelang Natal Diresmikan

Kata dokter yang berdomisi di Desa Merak, Kecamatan Sukamulya ini, peran masyarakat juga dibutuhkan untuk peka terhadap perkembangan jentik nyamuk.

Dengan demikian, ia mengimbau kepada seluruh warga agar menerapkan 3M. Yakni menguras, menutup, dan mengubur.

Ikhtiar itu dinilai akan menjadi langkah awal yang dapat menghentikan perkembangan jentik nyamuk di lingkungan rumah.

“Cegah dari awal dengan 3M. Itu upaya yang mudah dan ampuh untuk menekan angka kasus DBD,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta semua warga agar aktif memantau jumatik di rumah masing-masing, agar kasus DBD bisa ditekan.

Selain itu, kesadaran setiap masyarakat dan bantuan ketua RT dan RW agar selalu meningkatakn kebersihan lingkungan, dengan cara gotong royong.

Baca Juga :  Camat dan Lurah Diingatkan untuk Jaga Netralitas Dalam Pilkada 2024

“Terimakasih juga buat kepala desa yang telah mendorong kerjabakti disetiap RT dan RW. Menerapkan 3M dan kader Jumantik di setiap rumah, Insya Allah kasus DBD bisa ditekan dan tidak ada,” tegas drg. Eko Hartati.

Menurut drg. Eko Hartati, memasuki musim penghujan, Kecamatan Sukamulya merupakan daerah yang cukup rawan dengan kasus DBD.

Bukan tanpa sebab, wilayahnya yang terdiri atas delapan desa, terdiri dari Desa Sukamulya, Desa Benda, Desa Bunar, Desa Kubang, Desa Kaliasin, Desa Parahu, Desa Merak dan Desa Buniayu menjadi salah satu potensi penyakit DBD tinggi. Sehingga perlu peran ekstra.

“Keseriusan dalam menekan angka kasus DBD terus dilakukan secara ekstra, bahkan keterlibatan masyarakat sangat dinantikan,” tutupnya. (*)

Penulis : Den

Editor : Mas

Berita Terkait

Kejari Gencarkan Kadarkum, Bangun Desa Sadar Hukum
Salah Paham di Jalan, Polsek Cikupa Fasilitasi Musyawarah Damai Pengendara
Wabup Intan Lepas 183 Santri Tahfidz Daarul Hikmah
Wabup Intan Dorong Pengembangan Bakat Siswa
Pemkab Tangerang Perkuat Sistem Pemantauan PJU demi Keamanan dan Kenyamanan Warga
KD PERTIWI Cup 1 Resmi Bergulir, Duo D Kelapa Dua Hadirkan Gebrakan Baru Sepak Bola Putri
Polsek Pasar Kemis Sisir Titik Rawan Kriminalitas
Maesyal Perkuat Etika dan Bela Negara ASN
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:48 WIB

Kejari Gencarkan Kadarkum, Bangun Desa Sadar Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:32 WIB

Salah Paham di Jalan, Polsek Cikupa Fasilitasi Musyawarah Damai Pengendara

Senin, 22 Juni 2026 - 10:21 WIB

Wabup Intan Lepas 183 Santri Tahfidz Daarul Hikmah

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:26 WIB

Wabup Intan Dorong Pengembangan Bakat Siswa

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:55 WIB

Pemkab Tangerang Perkuat Sistem Pemantauan PJU demi Keamanan dan Kenyamanan Warga

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Rakor PPID

Selasa, 23 Jun 2026 - 14:11 WIB