bantenraya.co | TANGERANG
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tangerang, menyebabkan banjir setinggi hampir dua meter yang merendam Pondok Pesantren Al Falahiyah Astari, Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, menyiapkan bantuan untuk pemulihan pascabencana, khususnya bagi fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan yang terdampak banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sedang kita data jumlah madrasah dan pondok pesantren yang terdampak banjir di Kabupaten Tangerang. Rehabilitas pemulihan pasca banjir harus segera dilakukan,” terang Dr. H. Amrulah, Kepala Kantor Kanwil Kemenag Banten, Kamis (29/01/2026).
Lebih lanjut H. Amrulah memaparkan, dari banyaknya wilayah Kabupaten Tangerang yang terendam banjir, dirinya telah mengunjungi pondok pesantren yang terkena banjir.
Kata H. Amrulah, Kecamatan Jayanti dirinya mengunjungi satu pesantren, Kecamatan Kresek dua pesantren.
Sedangkang untuk Kecamatan Kosambi terdapat tiga pesantren. Di Kecamatan Kronjo terdapat empat pondok pesantren.
“Intensitas hujan masih tinggi, mudah-mudahan tidak ada lagi pondok pesantren yang terkena banjir,” harap H. Amrulah, didampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang H. Akhmad Jubaedi, S.Ag., M.Pd.
H. Amrulah mengatakan, saat ini pesantren-pesantren yang terdampak masih dalam proses pembersihan dari material lumpur. Sementara aktivitas di pesantren yang mengalami kerusakan parah atau masih banjir diliburkan sementara hingga situasi kembali aman.
Kendati demikian H. Amrulah memastikan, santri-santri yang terdampak tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari pengasuh pesantren.
“Seperti di Pondok Pesantren Subullussalam, Kecamatan Kresek. Santrinya dipulangkan, proses pengajian menggunakan zoom meeting. Bahkan sehabis Salat Subuh pengajian melalui zoom dilaksanakan,” tegas H. Amrullah.
Pada kesempatan tersebut, H. Amrulah memberikan sembako, perlengkapan alat kebersihan maupun susu untuk para santri.
Bantuan tersebut, diharapkan membantu meringankan korban banjir yang dialami santri maupun warga.(*)
Penulis : Den
Editor : Mas







