bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang menyasar peningkatan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, hingga perlindungan dari kekerasan.
Upaya tersebut dijalankan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dengan menghadirkan beragam inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan bahwa berbagai program yang dihadirkan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan agar dapat berkembang secara optimal.
“Melalui program yang terus dihadirkan, kami berharap perempuan di Kota Tangerang semakin mandiri secara ekonomi, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Salah satu program unggulan yang terus digencarkan adalah Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP). Program ini berfokus pada pelatihan keterampilan, seperti memasak dan pengembangan usaha, guna membantu perempuan meningkatkan ekonomi keluarga.
Selain itu, terdapat pula pelatihan keterampilan berbasis data Regsosek yang menyasar ribuan perempuan usia produktif. Program ini dirancang agar para peserta memiliki kemampuan praktis yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
Tak hanya pelatihan, Pemkot Tangerang juga aktif menggelar program kewirausahaan perempuan. Dalam program ini, peserta mendapatkan pelatihan bisnis UMKM, pendampingan dari praktisi, hingga motivasi untuk membangun usaha mandiri. Kegiatan ini bahkan mampu menjangkau ribuan perempuan dari berbagai kecamatan.
Di sisi perlindungan, layanan melalui UPTD PPA juga terus diperkuat. Layanan ini mencakup pengaduan kasus kekerasan, pendampingan hukum, hingga konseling psikologis bagi perempuan dan anak yang membutuhkan. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Tidak berhenti di situ, berbagai program pendukung lainnya juga terus dijalankan, seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), layanan kesehatan perempuan, serta penguatan peran Posyandu dan kader perempuan di lingkungan masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. (wil/dam)







