Tinawati Andra Soni Ajak Bunda PAUD Kabupaten/Kota Komitmen Wujudkan Wajib Belajar Prasekolah

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni meyakini, membangun pendidikan sejak usia dini adalah membangun peradaban masa depan bangsa. Memberikan perhatian terbaik pada anak di usia dini, adalah mempersiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Pendidikan anak pada usia dini merupakan landasan utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkap Tinawati pada Refleksi Peran Bunda PAUD dalam Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di The Grantage Hotel & Sky Lounge BSD City, Kav. Commercial, Jl. BSD Boulevard Utara Jl. Raya Serpong Lot II No. 9, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak pada masa usia dini berada pada fase emas. Di usia tersebut perkembangan otak anak berlangsung sangat cepat dan menjadi dasar bagi pembentukan karakter, kemampuan belajar, serta kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Menurut Tinawati, refleksi para Bunda PAUD menjadi penting sebagai ruang untuk memperkuat sinergi, berbagi praktik baik, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Lembaga PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi tempat membangun masa depan bangsa.

Baca Juga :  Perbaikan Infrastruktur Dikebut, Jalan Menuju RSUD Kota Tangerang Kembali Prima

“Pemerintah telah menetapkan kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebagai bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh anak usia 5–6 tahun memperoleh layanan pendidikan prasekolah yang berkualitas sebagai bekal memasuki pendidikan dasar,” paparnya.

Tinawati mengakui, implementasi kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Angka partisipasi sekolah usia 5–6 tahun masih perlu ditingkatkan di beberapa daerah di Provinsi Banten.

“Masih ada anak-anak yang belum mendapatkan akses layanan PAUD. Masih ada masyarakat yang menganggap pendidikan prasekolah belum menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.

Menurut Tinawati, tantangan itu menjadi alasan pentingnya Bunda PAUD di kabupaten dan kota. Ia berharap, Bunda PAUD hadir di tengah masyarakat untuk membangun kesadaran pentingnya pendidikan anak.

“Menggerakkan kepedulian bersama, dan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk memperoleh layanan pendidikan usia dini,” ucapnya.

Tinawati mengungkapkan, pada 2025 pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Misalnya dengan kegiatan pertemuan antar Bunda PAUD Provinsi dan kabupaten dan kota, melakukan sesi berbagi praktik baik dan tantangan advokasi PAUD agar dapat saling belajar dan saling menguatkan, hingga seminar dan diskusi kelompok tentang pembelajaran mendalam PAUD.

Baca Juga :  Dinkes Pandeglang Edukasi Masyarakat Soal Produk Alkes dan PKRT

“Semua langkah tersebut tentu belum sempurna. Namun saya percaya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” ucapnya optimis.

Oleh sebab itu, Tinawati mengajak Bunda PAUD di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten untuk membangun kesadaran para orang tua tentang pentingnya PAUD, mendorong desa, kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung layanan PAUD yang berkualitas.

“Serta turut memastikan tidak ada anak-anak Banten yang tertinggal dari layanan pendidikan prasekolah,” ucapnya.

Ia meyakini, dengan semangat gotong royong, sinergi, dan kepedulian bersama, Bunda PAUD kabupaten dan kota se-Provinsi Banten mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah usia dini di Provinsi Banten. Serta dapat menghadirkan layanan PAUD yang semakin berkualitas, merata, inklusif, dan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah ini sebagai gerakan bersama, gerakan cinta anak, dan gerakan masa depan Banten menuju Indonesia Emas 2045,” kata Tinawati menegaskan. (wil/dam)

Berita Terkait

Perkuat Layanan Informasi Publik, Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Kehumasan dan Desain Background Looping Antar OPD
Perluas Akses Layanan Publik, Gerai Samsat Cipondoh Resmi Beroperasi
Job Fair Kota Tangerang Dibuka,Pemkot Tangerang Hadirkan 15.000 Peluang Kerja
Pepaperda IX Resmi Bergulir, Kota Tangerang Bidik Kembali Gelar Juara Umum
PPDB 2026, Pemkot Tangerang Siapkan 10 Ribu Kursi SMP Negeri dan 79 SMP/MTs Swasta Gratis
Maryono: Kesiapsiagaan Harus Jadi Budaya, Keltana Hadir Hadapi Risiko Bencana
IID Terus Naik, Kota Tangerang Mantapkan Langkah Menuju Kota Paling Inovatif
Pemkot Tangerang Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Rakor PPID
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WIB

Perkuat Layanan Informasi Publik, Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Kehumasan dan Desain Background Looping Antar OPD

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:37 WIB

Perluas Akses Layanan Publik, Gerai Samsat Cipondoh Resmi Beroperasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:22 WIB

Job Fair Kota Tangerang Dibuka,Pemkot Tangerang Hadirkan 15.000 Peluang Kerja

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:10 WIB

Pepaperda IX Resmi Bergulir, Kota Tangerang Bidik Kembali Gelar Juara Umum

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:09 WIB

PPDB 2026, Pemkot Tangerang Siapkan 10 Ribu Kursi SMP Negeri dan 79 SMP/MTs Swasta Gratis

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Perluas Akses Layanan Publik, Gerai Samsat Cipondoh Resmi Beroperasi

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:37 WIB