bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Hanta yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi mulai dari sosialisasi hingga peningkatan kewaspadaan di fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemkot Tangerang telah melakukan persiapan sesuai edaran dan meningkatkan kewaspadaan di tingkat fasilitas kesehatan,” ujar dr. Dini.
Virus Hanta diketahui dapat menyerang sistem pernapasan hingga ginjal manusia. Gejala biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 8 minggu setelah paparan, diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan tubuh lemas.
Dalam kondisi lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi sesak napas hingga gagal ginjal.
Menurut dr. Dini, langkah pencegahan utama yang perlu dilakukan masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.
“Karena ini berhubungan langsung dengan tikus, maka kebersihan lingkungan masih menjadi nomor satu. Mari menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tidak menjadi titik awal penyebaran virus yang membahayakan ini,” tambahnya.
Melalui imbauan tersebut, Tangerang berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Hanta. (wil/dam)







