bantenraya.co | TANGERANG
Aktivitas angkutan kota (angkot) yang kerap berhenti menunggu penumpang di sepanjang ruas Jalan Pasar Cikupa hingga kawasan PT Ching Luh, Kabupaten Tangerang, dikeluhkan warga. Keberadaan angkot yang mangkal di sejumlah titik dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang warga Cikupa, Adit, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan yang optimal dari pihak terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kepadatan lalu lintas paling sering terjadi pada pagi hari saat para pekerja berangkat menuju kawasan industri dan sore hari ketika arus kendaraan meningkat karena jam pulang kerja. Angkot yang berhenti terlalu lama di tepi jalan disebut mengurangi kapasitas ruas jalan sehingga menghambat kelancaran lalu lintas.
“Setiap pagi dan sore kemacetan hampir selalu terjadi. Banyak angkot yang menunggu penumpang terlalu lama di pinggir jalan, bahkan sampai menggunakan sebagian badan jalan. Akibatnya kendaraan lain harus mengurangi kecepatan atau berpindah jalur,” ujar Adit, Rabu (3/6/2026).
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada bertambahnya waktu tempuh perjalanan, khususnya bagi para pekerja yang harus berangkat dan pulang sesuai jadwal.
“Ketika jam kerja, masyarakat ingin cepat sampai tujuan. Namun kemacetan akibat angkot yang ngetem membuat perjalanan menjadi lebih lama. Perlu ada langkah penertiban yang lebih tegas,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Mulyati. Menurut dia, angkutan umum masih memiliki peran penting sebagai sarana transportasi masyarakat. Namun, para pengemudi diharapkan lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Keberadaan angkot memang dibutuhkan masyarakat, tetapi sebaiknya tidak berhenti sembarangan. Ada kalanya mereka mendadak berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan menyebabkan kemacetan,” ujarnya.
Mulyati berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perhubungan bersama aparat kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban di titik-titik yang kerap menjadi lokasi angkot mangkal, terutama pada jam-jam sibuk.
“Perlu ada titik pemberhentian yang jelas dan pengawasan yang rutin. Jangan sampai kemacetan yang terjadi setiap hari dianggap sebagai hal yang biasa,” pungkasnya. (dam)







