bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan transformasi terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing agar menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Melalui berbagai inovasi, TPA Rawa Kucing diarahkan untuk mendukung pencapaian target Zero Waste di Kota Tangerang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan sampah saat ini mengalami perubahan besar. TPA tidak lagi dipandang sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan sebagai tempat pemrosesan akhir yang hanya menerima sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“TPA saat ini bukan lagi tempat pembuangan akhir, tetapi tempat pemrosesan akhir. Ke depannya, hanya sampah residu yang masuk ke TPA, sementara sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan diolah dan dimanfaatkan kembali,” ujar Wawan, Kamis (16/7/2026).

Untuk mendukung transformasi tersebut, Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai pengembangan infrastruktur, mulai dari revitalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), optimalisasi pengelolaan gas metana, hingga pembangunan RDF Hub sebagai fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Wawan menyampaikan, Pemkot Tangerang menargetkan pembangunan empat fasilitas pengolahan RDF hingga tahun 2028 yang nantinya akan tersebar di sejumlah wilayah.
Selain mendukung pengurangan volume sampah yang masuk ke area landfill, pengelolaan gas metana juga menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi risiko kebakaran di kawasan TPA. Ke depan, gas metana tersebut juga direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, DLH Kota Tangerang terus memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui gerakan memilah sampah dari rumah. Penguatan bank sampah dan fasilitas pengolahan sampah berbasis lingkungan menjadi salah satu strategi untuk menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA.
“Transformasi TPA Rawa Kucing tidak hanya berkaitan dengan pengolahan sampah, tetapi juga bagaimana kawasan ini dapat memberikan manfaat lebih besar. Ke depan, kawasan ini ditargetkan menjadi ruang terbuka hijau melalui konsep mining landfill, yaitu mengolah kembali timbunan sampah lama menjadi sumber daya yang bernilai guna,” jelasnya.
Wawan berharap, TPA Rawa Kucing dapat berubah menjadi kawasan yang lebih ramah lingkungan dan tidak lagi identik dengan tumpukan sampah.
“Target kami, TPA Rawa Kucing bukan lagi menjadi gunungan sampah, tetapi menjadi kawasan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.(Wil)







