bantenraya.co | TANGERANG
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Campak yang dapat menyebar dengan cepat, terutama melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
Sebagai langkah edukasi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, membagikan panduan perawatan bagi pasien campak yang menjalani pemulihan di rumah. Upaya ini dinilai penting untuk mempercepat penyembuhan sekaligus menekan risiko penularan di lingkungan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, campak umumnya ditandai dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit. Meski sebagian besar kasus dapat ditangani secara mandiri di rumah, penanganan yang tepat tetap diperlukan guna mencegah komplikasi.
“Perawatan yang baik akan sangat membantu proses pemulihan pasien, sekaligus mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga lainnya,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala berat, seperti sesak napas, kejang, demam tinggi yang tidak kunjung turun, atau kondisi yang semakin memburuk.
Selain pengobatan, pencegahan melalui imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk melindungi diri dari penyakit ini. Dinas Kesehatan pun terus mendorong masyarakat untuk memastikan imunisasi anak terpenuhi sesuai jadwal.
Adapun beberapa langkah perawatan campak di rumah yang dianjurkan antara lain:
- Memperbanyak konsumsi cairan seperti air putih, sup, atau jus buah untuk mencegah dehidrasi
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh
- Memberikan vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi
- Istirahat yang cukup agar tubuh dapat melawan infeksi secara optimal
- Melakukan isolasi mandiri dengan menghindari kontak langsung dengan orang lain
Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami cara penanganan campak secara tepat, sekaligus berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar. (will/dam)







