bantenraya.co | TANGERANG
Sudah sepekan lamanya sekitar 1500 warga Kelurahan Dadap Kecamatan Kosambi, di landa banjir sebatas lutut orang dewasa.
Bahkan siswa SDN Dadap 2 sejak Senin lalu terpaksa diliburkan, sebab akses dan gedung sekolah tergenang banjir rob.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun anehnya hingga Kamis (19/12/2024) belum tampak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
“Sampai saat ini baru camat sama lurah yang datang melihat kondisi kami, tapi belum ada bantuan apalagi petugas medis yang sangat dibutuhkan warga yang mulai terserang diare dan gatal-gatal,” kata salah satu warga Dadap, Yadi.
Menurutnya, sekitar 7 RW yang dilanda banjir rob, RW 1 sampai RW 6 dan RW 13. Namun yang paling parah terdampak banjir rob RW 1,2 dan 3.
“Sekitar 1500 kepala keluarga yang terdampak langsung banjir rob,” ujarnya.
Yadi mengungkapkan, sudah sejak puluhan tahun Dadap selalu terkena banjir rob, dan sampai saat ini belum ada win-win solution dari pemangku kebijakan yakni Pemkab Tangerang.
“Kami yang ada di ujung wilayah Kabupaten Tangerang se akan di marginalkan, seperti anak tiri yang tidak pernah mendapatkan perhatian,” ucapnya dengan nada lirih.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail, akan meminta Pemkab Tangerang segera bersama-sama mencarikan solusi bagi warga Dadap.
“Semua pihak antar dinas teknis terkait harus duduk bareng untuk segera menuntaskan banjir rob yang menjadi langganan warga Dadap,” tukasnya.
Ketika diinformasikan keluhan warga yang sudah sepekan dilanda banjir dan belum mendapatkan bantuan. Kholid dengan wajah geram akan mendesak dinas teknis terkait segera memberikan bantuan yang dibutuhkan warga Dadap.
“Saya akan minta Pj Bupati, PJ Sekda dan dinas teknis terkait untuk segera memberikan bantuan serta menerjunkan petugas medis mengecek kondisi warga Dadap yang kebanjiran,” pungkasnya. (*)
Penulis : Red
Editor : Chan







