bantenraya.co | TANGERANG
Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang mengingatkan pelajar maupun masyarakat akan bahaya judi online. Bahwa mereka yang kecanduan main judi online akan rugi dunia dan akhirat.
“Main judi online awalnya pasti dikasih menang. Tapi yang kedua, ketiga dan seterusnya akan kalah. Karena argoritma sudah diatur oleh sistem. Dan tidak ada sejarahnya orang yang judi bisa kaya,” tegas Aan Angsori, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Kamis (11/07/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Kepala SMK Jaya Buana ini menjelaskan, orang yang kecanduan judi online punya banyak angan-angan ingin hidup kaya mewah dan megah, tapi caranya bukan dengan bekerja melainkan dengan main judi dengan harapan mendapat kemenangan yang besar dan menjadi kaya dapat uang banyak.
Aan menjelaskan, yang diimpikan pemain judi tidak akan tercapai. Justru pemain judi online akan mengalami kebangkrutan. Sebab jelas perbuatan yang dilarang oleh Allah di dalam Alquran jika dilanggar tentu memiliki konsekuensi yang tinggi.
Untuk itu, alumni S2 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meminta pelajar jangan terlibat perjudian, karena akan mengalami kerugian dunia dan akhirat. Pelajar kalau sudah kecanduan judi kalah pun ingin main terus, bahkan tidak punya uang pun ingin main terus. Sehingga tidak menutup kemungkinan mereka akan terlilit pinjaman online (Pinjol).
“Di agama sudah tegas judi itu haram. Bahayanya akan mempengaruhi prisologis pecandu judi online baik yang aktif maupun massif,” ungkap Aan, mantan aktivis HMI Cabang Serang.
Ia meminta, agar orangtua, guru maupun masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada pelajar agar mereka tidak terjebak judi online. (*)
Penulis : mas
Editor : dwi teguh







