Lebak Dapat Bantuan Pengelolaan Sampah dari Program LSDP

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | bantenraya.co

 

Kabupaten Lebak akan segera mendapat bantuan pengelolaan sampah melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program yang didukung Bank Dunia ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya dalam bidang Solid Waste Management (SWM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Melalui program tersebut, Kabupaten Lebak akan memiliki dua Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dengan kapasitas 150 ton per hari, serta lima Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) berkapasitas masing-masing 10 ton per hari. Hasil pengolahan sampah nantinya akan berupa RDF (Refuse-Derived Fuel) atau bahan bakar turunan sampah yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti batu bara.

 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, menyambut baik adanya program ini. Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah akan menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan penumpukan sampah di Lebak.

Baca Juga :  Pemprov Banten Berencana Bangun TPST di Cileles

 

“Alhamdulillah, Kabupaten Lebak menjadi salah satu penerima manfaat program LSDP. Sampah yang diolah akan menghasilkan RDF dan sudah ada perusahaan yang siap menampung, yakni PT Cemindo Gemilang, pabrik semen Merah Putih di Bayah. Kebutuhan RDF di PT Cemindo mencapai 500 ton per hari. Dengan adanya fasilitas ini, kami pastikan penumpukan sampah di Lebak tidak akan terjadi lagi,” ujar Nana, Kamis (21/08/2025).

 

Ia menambahkan, selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga akan mengurangi polusi, khususnya dari sampah plastik, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi dari hasil pengolahan sampah.

Baca Juga :  JMSI Pengurus Cabang Lebak Rayakan HUT Ke - 4 Tahun

 

“Target kami, pada awal tahun 2026 fasilitas ini sudah dapat beroperasi. Selain meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah, keberadaan TPS 3R juga akan memberdayakan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya,” ucapnya.

 

Program LSDP sebelumnya telah berjalan di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Luwu Timur dan Malang. Kini, Lebak menjadi salah satu daerah di Provinsi Banten yang menyiapkan langkah menuju sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.

 

Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Lebak, Ajis Suhendi, membenarkan bahwa Lebak mendapat bantuan dari Bank Dunia melalui program pengelolaan sampah Solid Waste Management. (jat/dam)

Berita Terkait

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD
Strategi Jitu Dinsos ,Mengantisipasi ASN ke Luar Kota .
Rayakan 50 Tahun, Perumdam TKR Didorong Tingkatkan Layanan dan Ekonomi Daerah
Petugas Damkar Pinang Diduga Dianiaya, BPBD Fokus Pulihkan Kondisi Korban
Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun
Daftar Lokasi Urus Dokumen Kependudukan di Kota Tangerang
Kabar Baik! Sekolah Rakyat Segera Hadir di Kota Tangerang
Kelurahan Larangan Selatan Monitor Progres Bedah Rumah di Dua Lokasi
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:38 WIB

Bapenda Lebak Dorong Digitalisasi Daerah Lewat Rakor TP2DD

Selasa, 14 April 2026 - 13:22 WIB

Strategi Jitu Dinsos ,Mengantisipasi ASN ke Luar Kota .

Senin, 13 April 2026 - 16:23 WIB

Rayakan 50 Tahun, Perumdam TKR Didorong Tingkatkan Layanan dan Ekonomi Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 11:25 WIB

Petugas Damkar Pinang Diduga Dianiaya, BPBD Fokus Pulihkan Kondisi Korban

Rabu, 8 April 2026 - 15:08 WIB

Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Berita Terbaru