Pemakzulan Wapres Gibran, Kedewasaan Politik Belum Matang

Selasa, 29 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG 

Peneliti senior Human Studies Institute (HSI), Heri Herdiawanto, menanggapi desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, muncul sejumlah kelompok masyarakat. Menurutnya, desakan tersebut merupakan cerminan kurangnya kedewasaan dalam berpolitik dan berdemokrasi.

“Gerakan ini lebih dipicu oleh ketidakpuasan emosional daripada dasar konstitusional yang kuat,” kata Heri, saat wawancara dengan wartawan (29/10/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heri menyampaikan, kritik terhadap pemimpin bagian dari demokrasi, namun harus dilakukan dengan pendekatan yang konstruktif dan beretika.

“Tuntutan pemakzulan bukanlah jalan untuk melampiaskan ketidakpuasan. Langkah tersebut hanya akan berdampak buruk pada stabilitas politik dan pemerintahan, serta menunjukkan ketidakmatangan dalam memahami esensi demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heri menjelaskan, dalam demokrasi, penilaian terhadap seorang pemimpin, termasuk wakil presiden, harus didasarkan pada kinerja dan komitmennya dalam menjalankan amanat rakyat.

Baca Juga :  Kasus Radiasi Cs 137 Cikande, Warga Zona Merah Diungsikan

“Konstitusi Indonesia sudah menyediakan mekanisme untuk mengevaluasi kinerja pejabat publik, baik melalui pemilihan umum maupun melalui pengawasan yang sesuai prosedur konstitusi, selain itu demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memberi ruang bagi kritik objektif, bukan dorongan emosional untuk pemakzulan belaka,” tambahnya.

Heri menilai, desakan pemakzulan tanpa dasar hukum kuat hanya akan memperburuk kondisi politik nasional.

“Konflik yang berkepanjangan justru berpotensi melemahkan pemerintahan, dan akhirnya menghambat program-program yang sebenarnya dirancang untuk kepentingan rakyat. Aksi pemakzulan seharusnya bukan pilihan, jika tidak ada pelanggaran serius atau krisis kepercayaan yang nyata dari masyarakat luas,” tegasnya.

Di sisi lain, Pakar Ilmu Politik Universitas Al Azhar Indonesia ini menyampaikan, perlunya peningkatan pemahaman masyarakat dan elite politik tentang nilai-nilai demokrasi.

Baca Juga :  26 Finalis Kang-Nong Ikuti Pra Karantina

“Kedewasaan dalam berpolitik harus diiringi dengan sikap saling menghormati dan tidak sekadar mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok. Jika setiap ketidakpuasan dihadapi dengan pemakzulan, maka stabilitas politik yang dibangun akan mudah goyah,” jelasnya.

Heri berharap, masyarakat dapat lebih bijak dalam merespon isu-isu politik. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung perkembangan demokrasi dengan pendekatan yang bijaksana dan rasional.

“Demokrasi Indonesia masih terus berkembang, dan dukungan untuk kemajuan bangsa sebaiknya disalurkan dengan cara yang lebih konstruktif daripada menambah ketegangan politik, kita juga perlu lebih arif dan bıjaksana dalam mengambil tindakan, dimana harus mendahulukan pertimbangan maslahat dari pada mafsadat” pungkasnya. (*)

Penulis : Mas

Editor : Chan

Berita Terkait

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, Bukti Komitmen Tangsel Bangun Keterbukaan Informasi
Syauqi Soeratno: Media di Bawah Naungan FPRMI Harus Tetap Lurus, Benar, dan Berpihak ke Masyarakat
Sediakan Air Minum Berkualitas Tinggi, PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026
Raih Pimred Award 2026, Sachrudin: Penghargaan Ini Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Publik
Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks
CEO PT KSP Aggre Capital Raih Pemred Award 2026, Dinobatkan sebagai Corporate Leadership The Best Communication
Robertus B. Berot Raih Pemred Award 2026, Dinilai Sukses Pimpin PT Munja Utama Indonesia
CEO Master Bagasi Indonesia Amir Hamzah Raih Pemred Award 2026 Berkat Kepemimpinan dan Inovasi Ekspor UMKM
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:54 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, Bukti Komitmen Tangsel Bangun Keterbukaan Informasi

Senin, 20 Juli 2026 - 14:15 WIB

Syauqi Soeratno: Media di Bawah Naungan FPRMI Harus Tetap Lurus, Benar, dan Berpihak ke Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 14:11 WIB

Sediakan Air Minum Berkualitas Tinggi, PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 10:54 WIB

Raih Pimred Award 2026, Sachrudin: Penghargaan Ini Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Publik

Senin, 20 Juli 2026 - 10:40 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Berita Terbaru