bantenraya.co | TANGERANG
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasionl, Adib Miftahul menilai Mad Romli yang telah hadir di lokasi pemaparan visi misi di DPW Nasdem Banten. Namun tidak jadi menyampaikan visi misinya merupakan suatu bentuk kejumawaan dan tidak menghargai Nasdem.
“Saya kira Mad Romli telalu jumawa atau sombong, seolah-olah dia itu tidak perlu Nasdem,” kata Adib.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kalau memang pulang terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Sama saja Mad Romli tidak menghargai Nasdem dan menutup ruang koalisi dengan Nasdem. Tentunya, akan merugikan Mad Romli sendiri. Airin saja, sambung Adib, yang popularitasnya sudah tinggi, tetap mebuka ruang untuk siapapun dan kepada partai sekecil apapun, dalam koalisi.
“Ini kan namanya tidak menghargai juga, jadi seolah-olah dia menutup pintu untuk Nasdem. Saya kira malah akan merugikan Mad Romli sendiri, sekelas Airin yang popularitasnya bagus tetap membuka ruang koalisi sampai ke partai yang kecil sekalipun, nah Mad Romli ini kan tidak bagus-bagus amat, ” tukasnya.
Adib menyayangkan tingkah Mad Romli yang tidak memanfaatkan dengan baik penyampaian visi dan misi di Partai Nasdem.
“Itu menunjukan Mad Romli tidak siap menyampaikan gagasan, ” tuturnya.
Padahal ini hanya penyampaian visi dan misi, bukan debat calon. Tetapi, Mad Romli sudah pulang terlebih dahulu. Padahal ini merupakan momen yang sangat baik untuk menyampaikan ide dan gagasan kepada publik Kabupaten Tangerang. Selain itu, komunikasi politik harus dibangun saat ini, oleh Mad Romli karena, Golkar sendiri tidak mampu mengusung secara mandiri, karena kursinya hanya sembilan.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang Mad Romli dan Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Tangerang, Muhammad Amud tidak memberikan komentar apapun saat dikonfirmasi wartawan. (*)
Penulis : ard
Editor : dwi teguh






