bantenraya.co | JAKARTA
Penyanyi Vidi Aldiano berbagi kabar membahagiakan di tengah perjuangannya melawan kanker ginjal yang telah diidapnya beberapa tahun terakhir. Melalui unggahan terbarunya di Instagram, Vidi mencurahkan pengalaman pribadinya saat mengalami penurunan berat badan drastis akibat efek kemoterapi dan bagaimana ia perlahan bangkit membentuk kembali kondisi fisiknya.
Tahun 2025 menjadi masa berat bagi Vidi, di mana berat badannya turun hingga 10 kilogram dalam waktu singkat. Penurunan tersebut dipicu efek samping dari pengobatan yang dijalaninya, termasuk kemoterapi dan radiasi. Ia mengaku sempat merasa tidak percaya diri ketika melihat tubuhnya yang tampak sangat kurus.
“Jujur, langsung insecure parah sih saat ngeliat badan di kaca. Banyak yang komentar karena kelihatan makin kurus,” tulis Vidi dalam unggahannya, Selasa (8/7/2025).
Tak tinggal diam, suami aktris Sheila Dara ini kemudian memilih untuk melawan kondisi fisiknya dengan cara yang positif. Ia mulai fokus menjalani gaya hidup sehat dan rutin berolahraga. Tantangan terbesar, kata Vidi, adalah menstabilkan energi dan nafsu makan yang menurun akibat pengobatan.
“Muter otak banget gimana biar badan nggak jadi letoy dan lemas,” ujarnya.
Usahanya tidak sia-sia. Kini, Vidi mengaku sudah mulai melihat perubahan positif pada tubuhnya. Meski masih tergolong kurus, berat badannya mulai stabil, massa ototnya naik, dan kadar lemak tubuh perlahan menurun. Ia pun merasa lebih berenergi dan semakin termotivasi untuk terus memperbaiki kondisi kesehatannya.
“Alhamdulillah hari ini walaupun badan ku masih kurus, tapi sudah masuk kategori ‘slim muscular’. Happy banget perlahan massa otot naik, energi pun makin hadir,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Vidi berharap pengalamannya ini bisa menjadi inspirasi bagi sesama pejuang kanker untuk tidak menyerah dalam menghadapi efek pengobatan. Ia menutup unggahannya dengan pesan semangat:
“Hidup bukan tentang menunggu badai reda, tapi tentang belajar menari di tengah hujan.”
Kisah Vidi menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan penyakit bukan hanya soal medis, tapi juga kekuatan mental, dukungan orang terdekat, dan tekad untuk terus bergerak maju.