Super Flu di Indonesia, ini yang Perlu Diketahui Masyarakat

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | SERANG

Masyarakat umum dan orangtua banyak mempertanyakan, apakah super flu merupakan penyakit baru atau berbeda dari influenza yang selama ini dikenal.

Hal ini seiring dengan meningkatnya kasus influenza di sejumlah daerah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus yang disebut sebagai super flu berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas kasus tersebut ditemukan pada kelompok anak-anak dan perempuan. Meski demikian, jumlah tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Kendati begitu, super flu sejatinya bukanlah istilah medis resmi. Penyebutan ini digunakan untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza dengan gejala yang terasa lebih jelas dan penyebaran yang relatif cepat di masyarakat.

“Super flu sendiri sebenarnya bukan istilah medis. Super flu menggambarkan flu akibat virus influenza yang sekarang sedang banyak terjadi dan penyebarannya lebih cepat dan membuat gejalanya terasa lebih nyata, terutama pada anak,” ujar dokter spesialis anak Bethsaida Hospital Serang, dr. Viany Rehansyah P, M.Ked(Ped), Sp.A.

Secara medis, kasus yang disebut sebagai super flu tetap termasuk influenza, terutama yang disebabkan oleh virus Influenza A varian H3N2 subclade K.

Baca Juga :  DPRD Perjuangkan Layanan Operasi Jantung BPJS di Kota Tangerang, Warga Tak Perlu Jauh ke Luar Kota

Pada anak-anak, gejala yang muncul tidak selalu seragam. Selain demam, batuk, dan pilek, sebagian anak hanya terlihat lebih lemas dan kurang aktif dari biasanya, disertai penurunan nafsu makan.

“Tidak semua anak menunjukkan gejala yang sama. Kadang hanya terlihat lebih lemas, dan ini tetap perlu diperhatikan oleh orang tua,” jelas dr. Viany.

Sementara itu, pada kelompok dewasa, keluhan umumnya lebih mudah dikenali. Dokter spesialis penyakit dalam Bethsaida Hospital Serang, dr. Michael Y, Sp.PD, menjelaskan, influenza pada orang dewasa kerap disertai demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi yang cukup mengganggu aktivitas harian.

“Pada orang dewasa, influenza sering disertai rasa pegal dan lemas yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari,” kata dr. Michael.

Ia melanjutkan, segera konsultasikan ke dokter apabila gejala tidak kunjung membaik, demam berlangsung beberapa hari, atau aktivitas menurun drastis.

Kelompok balita, lansia, serta penderita penyakit kronik seperti diabetes, gangguan autoimun, kanker, dan gangguan ginjal juga perlu lebih waspada karena berisiko mengalami kondisi yang lebih berat.

Penanganan super flu, baik pada anak maupun dewasa, pada prinsipnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pada anak, fokus utama adalah pemantauan kondisi, istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta terapi simptomatik sesuai anjuran dokter.

Baca Juga :  ASN Diminta Kedepankan Semangat Melayani

Pada dewasa, penanganan ditujukan untuk membantu pemulihan tubuh, meredakan gejala, dan mencegah gangguan aktivitas yang berkepanjangan.

“Penanganan influenza bertujuan membantu tubuh pulih secara optimal, meringankan gejala, dan mencegah gangguan aktivitas, dengan evaluasi medis sesuai kondisi pasien,” ujar dr. Michael.

Virus influenza terutama menular melalui droplet atau percikan cairan dari mulut dan hidung. Karena itu, upaya pencegahan tetap menjadi langkah penting.

Vaksinasi influenza tahunan dinilai masih bermanfaat untuk menurunkan risiko keparahan, meski virus yang beredar mengalami perubahan.

Selain itu, penggunaan masker di keramaian, kebiasaan mencuci tangan, etika batuk dan bersin, serta isolasi mandiri saat sakit dinilai efektif memutus rantai penularan.

Menanggapi situasi ini, Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya menambahkan, pentingnya pelayanan kesehatan yang terkoordinasi dalam menangani infeksi saluran pernapasan.

“Kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi, pemantauan, dan pendampingan pasien serta keluarga. Dengan sistem pelayanan yang terkoordinasi dan lingkungan hospital yang mendukung, kami berharap pasien dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih optimal dan tenang,” pungkas dr. Tirta. (*)

Penulis : Den

Editor : Mas

Berita Terkait

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama
TK Durrotul Hikmah Ajak Siswa Kenal Pertanian Lewat Panen Raya
Demi Sungai Lebih Sehat, 50 Botol Ekoenzim Dituangkan di Pakujaya
Cek Kesehatan Gratis! Hari Posyandu Nasional Jadi Momentum Warga Tangerang
Cegah Banjir dari Hulu, Satgas Karawaci Bergerak Bersihkan Saluran Air
Lindungi Generasi Muda, Pemkot Tangerang Libatkan Masyarakat Cegah Pornografi
DP3AP2KB Siapkan Catin Jadi Fondasi Keluarga Berkualitas
Hari Kartini Lebih Bermakna, Dinkes Bahas Kesehatan Mental Perempuan
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:17 WIB

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

TK Durrotul Hikmah Ajak Siswa Kenal Pertanian Lewat Panen Raya

Kamis, 30 April 2026 - 14:39 WIB

Demi Sungai Lebih Sehat, 50 Botol Ekoenzim Dituangkan di Pakujaya

Kamis, 30 April 2026 - 12:17 WIB

Cek Kesehatan Gratis! Hari Posyandu Nasional Jadi Momentum Warga Tangerang

Rabu, 29 April 2026 - 15:22 WIB

Cegah Banjir dari Hulu, Satgas Karawaci Bergerak Bersihkan Saluran Air

Berita Terbaru

headline

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:33 WIB

headline

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:21 WIB

headline

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:17 WIB