Tak Sekadar Ganggu Rumah, Tikus Bisa Bawa Ancaman Hantavirus

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | TANGERANG

Penyakit Hantavirus mulai mendapat perhatian karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus, terutama dari urine, feses, atau air liur yang mengering lalu terhirup manusia.

Menurut dr. Siti Nur Rokhmah Firda Fauziyah dari RS Sari Asih, gejala awal Hantavirus sering mirip flu biasa, demam berdarah, atau leptospirosis sehingga kerap terlambat dikenali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan virus dari genus Orthohantavirus yang dibawa rodensia. Pada manusia, virus ini dapat menyebabkan dua kondisi utama:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) → menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan berat.
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) → menyerang pembuluh darah dan ginjal hingga berisiko gagal ginjal akut.

Cara Penularan

Penularan umumnya terjadi saat seseorang menghirup debu yang telah terkontaminasi kotoran tikus.

Baca Juga :  Pendidikan untuk Semua, Jalur Khusus Disabilitas Hadir di SPMB Tangerang

Lokasi yang berisiko tinggi antara lain:

  • Gudang lama yang tertutup
  • Loteng
  • Rumah kosong
  • Area pascabanjir
  • Tempat dengan banyak aktivitas tikus

Faktor risiko lainnya:

  • Membersihkan ruangan tanpa masker
  • Menyentuh benda terkontaminasi lalu menyentuh wajah
  • Kontak langsung dengan tikus atau sarangnya
  • Aktivitas di area pertanian atau perkebunan

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala awal:

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot berat
  • Sakit kepala
  • Tubuh lemas
  • Mual atau diare

Jika berkembang menjadi HPS:

  • Batuk
  • Sesak napas progresif
  • Cairan di paru-paru
  • Gagal napas akut

Jika berkembang menjadi HFRS:

  • Nyeri perut atau pinggang
  • Produksi urine menurun
  • Gangguan ginjal
  • Perdarahan atau trombosit turun

Kondisi di Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak 2024 hingga Mei 2026 ditemukan 23 kasus konfirmasi HFRS di sembilan provinsi di Indonesia. Para ahli juga menemukan keberadaan Seoul virus pada rodensia di Indonesia.

Baca Juga :  Gelar Musrenbang RKPD 2025, Pj Nurdin Gagas Konsep 'Pemerintahan Amanah'

Cara Pencegahan

Berikut langkah pencegahan yang dianjurkan:

1. Menjaga kebersihan rumah

  • Simpan makanan dalam wadah tertutup
  • Buang sampah rutin
  • Hindari penumpukan barang

2. Menutup akses tikus

  • Perbaiki lubang di rumah
  • Tutup celah saluran air atau atap

3. Membersihkan area secara aman

Jika menemukan kotoran tikus:

  • Jangan disapu kering
  • Jangan gunakan vacuum cleaner
  • Buka ventilasi minimal 30 menit
  • Semprot disinfektan terlebih dahulu
  • Gunakan masker dan sarung tangan

4. Gunakan APD

Pakai masker saat membersihkan gudang, loteng, atau ruangan lama tertutup.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami:

  • Demam tinggi setelah terpapar lingkungan banyak tikus
  • Sesak napas
  • Nyeri otot berat
  • Jumlah urine berkurang
  • Kondisi tubuh memburuk cepat

Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berat akibat Hantavirus. (wil/dam)

Berita Terkait

Festival Al-A’zhom 2026 Resmi Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Warga Tangerang, Saatnya Daftar! Program OJT Industri Plastik Gratis Resmi Dibuka
Solusi Anak Tak Diterima SD Negeri, Ini Pilihan Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang
Sachrudin–Maryono Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Instruksikan Percepatan Penanganan di Lapangan
Cuaca Kota Tangerang Pekan Ini: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Beberapa Hari
Pembangunan Sky Bridge Penghubung Stasiun Batuceper dan Terminal Poris Plawad Segera Direalisasikan
Perbaikan Infrastruktur Dikebut, Jalan Menuju RSUD Kota Tangerang Kembali Prima
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:05 WIB

Festival Al-A’zhom 2026 Resmi Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:52 WIB

Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:47 WIB

Warga Tangerang, Saatnya Daftar! Program OJT Industri Plastik Gratis Resmi Dibuka

Senin, 15 Juni 2026 - 16:19 WIB

Solusi Anak Tak Diterima SD Negeri, Ini Pilihan Sekolah Swasta Gratis di Kota Tangerang

Senin, 15 Juni 2026 - 14:31 WIB

Cuaca Kota Tangerang Pekan Ini: Hujan Ringan Berpotensi Turun di Beberapa Hari

Berita Terbaru