bantenraya.co | TANGERANG
Penyakit Hantavirus mulai mendapat perhatian karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus, terutama dari urine, feses, atau air liur yang mengering lalu terhirup manusia.
Menurut dr. Siti Nur Rokhmah Firda Fauziyah dari RS Sari Asih, gejala awal Hantavirus sering mirip flu biasa, demam berdarah, atau leptospirosis sehingga kerap terlambat dikenali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus dari genus Orthohantavirus yang dibawa rodensia. Pada manusia, virus ini dapat menyebabkan dua kondisi utama:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) → menyerang paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan berat.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) → menyerang pembuluh darah dan ginjal hingga berisiko gagal ginjal akut.
Cara Penularan
Penularan umumnya terjadi saat seseorang menghirup debu yang telah terkontaminasi kotoran tikus.
Lokasi yang berisiko tinggi antara lain:
- Gudang lama yang tertutup
- Loteng
- Rumah kosong
- Area pascabanjir
- Tempat dengan banyak aktivitas tikus
Faktor risiko lainnya:
- Membersihkan ruangan tanpa masker
- Menyentuh benda terkontaminasi lalu menyentuh wajah
- Kontak langsung dengan tikus atau sarangnya
- Aktivitas di area pertanian atau perkebunan
Gejala yang Harus Diwaspadai
Gejala awal:
- Demam tinggi
- Nyeri otot berat
- Sakit kepala
- Tubuh lemas
- Mual atau diare
Jika berkembang menjadi HPS:
- Batuk
- Sesak napas progresif
- Cairan di paru-paru
- Gagal napas akut
Jika berkembang menjadi HFRS:
- Nyeri perut atau pinggang
- Produksi urine menurun
- Gangguan ginjal
- Perdarahan atau trombosit turun
Kondisi di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak 2024 hingga Mei 2026 ditemukan 23 kasus konfirmasi HFRS di sembilan provinsi di Indonesia. Para ahli juga menemukan keberadaan Seoul virus pada rodensia di Indonesia.
Cara Pencegahan
Berikut langkah pencegahan yang dianjurkan:
1. Menjaga kebersihan rumah
- Simpan makanan dalam wadah tertutup
- Buang sampah rutin
- Hindari penumpukan barang
2. Menutup akses tikus
- Perbaiki lubang di rumah
- Tutup celah saluran air atau atap
3. Membersihkan area secara aman
Jika menemukan kotoran tikus:
- Jangan disapu kering
- Jangan gunakan vacuum cleaner
- Buka ventilasi minimal 30 menit
- Semprot disinfektan terlebih dahulu
- Gunakan masker dan sarung tangan
4. Gunakan APD
Pakai masker saat membersihkan gudang, loteng, atau ruangan lama tertutup.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
- Demam tinggi setelah terpapar lingkungan banyak tikus
- Sesak napas
- Nyeri otot berat
- Jumlah urine berkurang
- Kondisi tubuh memburuk cepat
Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi berat akibat Hantavirus. (wil/dam)







