Universal Music Group Tarik Semua Lagunya di TikTok, ini Pengakuannya!

Jumat, 2 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Termasuk lagu-lagu Taylor Swift, The Weeknd, Drake dll

JAKARTA | bantenraya.co

Grup C (Universal Music Group/UMG) tidak berhasil memperpanjang kerjasama mereka dengan TikTok yang berakhir pada Rabu (31/1/2024). “Perusahaan kami tidak menyetujui tawaran kerjasama yang ada di dalam perjanjian baru yang dibuat oleh TikTok,” ungkap perwakilan UMG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, UMG bahkan mengancam akan mencabut semua lisensi konten mereka dari layanan TikTok dan TikTok Music. “Perusahaan belum menyetujui persyaratan perjanjian baru, dan setelah berakhirnya perjanjian saat ini, Universal Music Group, termasuk Universal Music Publishing Group, akan menghentikan lisensi konten ke layanan TikTok dan TikTok Music,” tambahnya.

Dengan demikian, TikTok menghadapi risiko tidak dapat memutar lagu dari para artis yang berada di bawah naungan UMG di platformnya, termasuk karya-karya dari Taylor Swift, BTS, The Weeknd, Alicia Keys, SZA, Steve Lacy, Drake, Billie Eilish, Kendrick Lamar, Harry Styles, Ariana Grande, Justin Bieber, Adele, U2, Elton John, J Balvin, Brandi Carlile, Coldplay, Pearl Jam, Bob Dylan, dan Post Malone.

Baca Juga :  Pinkan Mambo Pindah ke Apartemen Lebih Kecil

Dalam surat terbuka kepada komunitas artis dan penulis lagu yang berjudul “Mengapa Kita Harus Menghentikan Time Out di TikTok” yang dirilis pada Selasa (30/1/2024), yang dikirimkan oleh pihak Universal Music Group, UMG mengklaim bahwa TikTok mencoba membangun bisnis berbasis musik dengan nilai yang tidak wajar untuk musik tersebut. “Pada akhirnya, TikTok mencoba membangun bisnis berbasis musik tanpa membayar nilai wajar untuk musik tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Dapat Buket Pengantin BCL, Luna Maya Didoakan Segera Menikah

Universal Music Group juga mengeluarkan kritik tajam terkait beredarnya konten musik yang dibuat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). “TikTok bahkan menyediakan sarana untuk menciptakan dan mendistribusikan produk-produk musik berbasis AI di media sosial mereka,” tulis UMG.

Saat proses negosiasi berlangsung, UMG menuduh TikTok berusaha mengintimidasi agar mereka bersedia menerima kesepakatan yang nilai ekonominya lebih rendah dari kesepakatan sebelumnya. Bentuk intimidasi tersebut mencakup penghapusan secara selektif musik dari artis-artis tertentu yang sedang berkembang, sambil tetap mempertahankan bintang-bintang global yang memimpin penonton di platform tersebut.(il/JR)

Berita Terkait

Diplomat 12 Negara Jelajahi Wisata Banten
Ketum PBNU Kutuk Serangan AS-Israel Ke Iran
Demi Konten Lucu, Asty Ananta Rela Terbentur Meja
Syifa Hadju Tak Ingin Baju Lebaran Kembaran
Al Ghazali Cerita Alyssa Daguise Semakin Manja Saat Hamil
Oki Setiana Dewi Jadi Dosen Tamu di Kampus Inggris
Asri Welas Ungkap Alasan Pemotretan Tanpa Mantan Suami
Alasan Dewi Gita Koleksi Mikrofon Bernilai Fantastis
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:51 WIB

Diplomat 12 Negara Jelajahi Wisata Banten

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:06 WIB

Ketum PBNU Kutuk Serangan AS-Israel Ke Iran

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:30 WIB

Demi Konten Lucu, Asty Ananta Rela Terbentur Meja

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:07 WIB

Syifa Hadju Tak Ingin Baju Lebaran Kembaran

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:58 WIB

Al Ghazali Cerita Alyssa Daguise Semakin Manja Saat Hamil

Berita Terbaru

headline

SDN Daan Mogot 3 Matangkan Persiapan TKA Gelombang Pertama

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:38 WIB

headline

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:47 WIB

Budaya

Pemkab Lebak Matangkan Persiapan Seba Baduy 2026

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:45 WIB

headline

Raker Jadi Arah Baru KORPRI Tangerang

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:43 WIB

headline

DPUPR Terunkan Kendaraan Vakum untuk Normalisasi Drainase

Jumat, 17 Apr 2026 - 13:41 WIB