Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | PANDEGLANG

Tradisi ngadu bedug, budaya khas masyarakat Pandeglang, Banten, kembali digelar melalui event Gebrag Ngadu Bedug sebagai upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Ngadu bedug merupakan permainan tabuh bedug dengan berbagai ukuran yang dipadukan secara harmonis. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era 1970-an ini biasanya digelar menjelang Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengatakan bahwa Gebrag Ngadu Bedug menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan tradisi daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau saung Gebrag Ngadu Bedug di Alun-alun Pandeglang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan masyarakat. Bahkan, event tersebut kini telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

“Lebih dari sekadar pertunjukan, ini adalah perayaan yang mempererat nilai kebersamaan dan saat ini telah masuk dalam KEN,” ujar Bupati Dewi.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Gebrag Ngadu Bedug juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  IKAL SMANIC Tangerang akan Gelar Reuni Akbar Lintas Generasi November 2026

“UMKM bisa ikut andil dalam acara ini. Jumlah pengunjung meningkat sehingga perputaran ekonomi semakin pesat,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang telah menghadirkan event budaya yang masuk dalam KEN. Menurutnya, Gebrag Ngadu Bedug memiliki keunikan tersendiri, terutama pada desain saung atau panggung yang digunakan.

“Saya baru melihat di sini ada panggung yang dihias dengan jerami. Ini memberikan nuansa seperti di zaman dahulu,” ungkapnya.

Ia berharap keterlibatan dalam kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari pelaku UMKM, tetapi juga para pelaku dan penggiat pariwisata untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Pandeglang.

“Yang ditampilkan di booth bukan hanya produk lokal, tetapi juga agen-agen wisata harus hadir agar mampu menarik lebih banyak wisatawan,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Seniman Bedug Pandeglang, Endang Suhendar, mengatakan sebanyak 20 kampung turut berpartisipasi dalam Gebrag Ngadu Bedug 2026. Kampung-kampung tersebut antara lain Kampung Kabayan Masjid, Cicadas, Sukalimas, Carodok, Mandala, Salabentar, Cibeunying, Cilaja, Kadulimus, Kadukupa, Ciguludug, Cikiray, Kadugajah, Sanim, Sarkawana, Juhut, Jambu, Sorean, Cipacung, Talaga, dan Juhut JIP.

Baca Juga :  KPK Minta Tuntaskan Kasus WC Sultan di Bekasi

“Gebrag Ngadu Bedug tahun 2026 ini kita mengusung tema Tang Ting Ting Dong Sawara Bunyi dalam Jerami. Jadi konstruksi bangunan menggunakan bahan jerami,” kata Endang.

Menurutnya, penggunaan jerami sebagai material utama konstruksi saung bertujuan memperkenalkan kembali bangunan tradisional sebagai bagian dari pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat.

“Konstruksi bangunan tradisional kami angkat dari tahun ke tahun. Tahun kemarin kita mengangkat konstruksi bangunan saung tagog, ranggon, tahun ini kita mengangkat Saung Kebo yang dibuat dari jerami, seperti itu,” tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Hj. Irna Narulita Dimyati selaku Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, unsur Forkopimda Kabupaten Pandeglang, para asisten daerah, kepala organisasi perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (ian/dam)

Berita Terkait

IKAL SMANIC Tangerang akan Gelar Reuni Akbar Lintas Generasi November 2026
Pancasila Jadi Fondasi Kota Tangerang yang Harmonis
Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi
Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru
Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban
Dimyati Apresiasi ASN yang Berkurban
Waspada Stroke Usia Muda: Gejala, Penyebab Utama, dan Pencegahannya
Dekranasda dan HCI Angkat Pangan Lokal Banten
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:56 WIB

IKAL SMANIC Tangerang akan Gelar Reuni Akbar Lintas Generasi November 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:05 WIB

Pancasila Jadi Fondasi Kota Tangerang yang Harmonis

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:03 WIB

Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:58 WIB

Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru

Berita Terbaru

Banten Raya

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:08 WIB

headline

Pancasila Jadi Fondasi Kota Tangerang yang Harmonis

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:05 WIB

Banten Raya

Bedug Diusulkan Jadi Simbol Pembuka Acara Resmi

Selasa, 2 Jun 2026 - 13:03 WIB