Lebak | Bantenraya.co
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak mencatat jika sepanjang 1.600 Kilometer jalan Desa di Lebak mengalami kerusakaan.
Menurut Irvan Suyatupika, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, berdasarkan data yang dimiliki DPUPR Lebak, sebanyak 1.600 kilometer jalan desa di seluruh Kabupaten Lebak mengalami kerusakan yang parah. Jalan-jalan tersebut kata Irvan, merupakan urat nadi penting antar desa. Sebagian besar dari jalan itu telah lama terbengkalai, namun sebagian kecil ada yang sudah ditangani oleh Pemerintah Desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam survei yang kami lakukan bersama aparat desa, kami telah mengidentifikasi sebanyak 1.600 kilometer jalan desa yang menghubungkan komunitas-komunitas di seluruh Kabupaten Lebak,” kata Irvan Suyatupika kepada wartawan, Selasa (25/6/2024).
Irvan juga menjelaskan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten dalam menangani masalah ini sudah dilakukan, meskipun dengan anggaran yang terbatas. Hanya saja anggaran yang dikucurkan itu bersifat stimulan.
“Walaupun kami telah mengalokasikan anggaran sebesar 20 miliar Rupiah khusus untuk jalan desa, namun sisa anggaran kami masih lebih banyak difokuskan pada jalan kabupaten,” jelasnya.
Irvan menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam memperbaiki jalan di wilayah masing-masing.
“Masyarakat dan pemerintah desa harus turut berperan serta dalam pemeliharaan jalan desa. Jika ada jalan desa sepanjang 5 kilometer yang memerlukan perbaikan, maka anggaran yang tersedia mungkin tidak cukup untuk perbaikan sekaligus. Oleh karena itu, pendekatan perbaikan secara bertahap menjadi sangat penting,” tuturnya.
Sementara itu, Hasan Sadeli, seorang warga Kecamatan Cilograng berharap agar jalan desa segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Jalan-jalan di desa kami sudah lama tidak pernah diperbaiki sejak tahun 2008, dan kondisinya semakin memburuk,” keluhnya.
Ia mengkritik minimnya intervensi yang dilakukan meskipun sudah banyak keluhan dari warga lokal, serta buruknya kondisi keselamatan karena jalan yang rusak.
“Rasanya aneh bahwa meskipun sudah bertahun-tahun kondisinya semakin memburuk, namun belum ada tindakan yang signifikan. Anggaran desa sepertinya tidak mencukupi untuk mengatasi masalah yang begitu mendesak ini,” tandasnya. (Jat/eem/ris)







