Bantenraya.co | PANDEGLANG
Yayasan Bhakti Bela Negara menggelar Panen Raya Padi seluas 753 hektar di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan itu disebut sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan para petani yang terlibat. Ia menyebut petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan petani yang telah bekerja keras. Petani adalah pejuang pangan yang memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dewi, dikutip wartwan, Kamis (12/2/26).
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui program pertanian berkelanjutan, termasuk mendorong penggunaan pupuk organik.
“Penggunaan pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan. Produktivitas tidak berkurang, bahkan berpotensi menghasilkan hingga 12 ton per hektar,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, dikembangkan varietas padi organik PS-08. Bupati berharap penanaman varietas tersebut dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.
Program ini turut didampingi tim Yayasan Bhakti Bela Negara sejak tahap penanaman hingga perawatan tanaman. Tim pendamping membantu penyesuaian teknis budidaya sesuai kondisi lahan dan cuaca setempat.
Salah satu petani, H. Awing, mengaku merasakan hasil dari penggunaan benih tersebut di lahan seluas satu hektar.
“Benih ini lebih unggul dibandingkan yang lain. Saya menanam di lahan satu hektar dan pertumbuhannya sangat bagus, anakan padinya banyak dan hasilnya lebih optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pangan Irna Narulita Dimyati yang turut hadir mengapresiasi inisiatif penanaman padi organik tersebut. Ia menyebut varietas PS-08 memiliki karakteristik berbeda dibandingkan padi pada umumnya.
“Biasanya menanam padi membutuhkan empat batang, tetapi pada varietas organik PS-08 ini cukup satu batang saja. Anakan yang dihasilkan bisa mencapai hingga 75 batang,” jelasnya.
Irna berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Kegiatan ini juga dihadiri Pembina Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Mayjen TNI Rionardo, Sekretaris Menteri Koperasi Ahmad Zabadi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Lahan Marginal Prof. Dr. Anny Mulyani, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, serta Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi. (ian/dam)







