bantenraya.co | TANGERANG
Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang berharap sekolah menerapkan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal kepada anak didik.
“Untuk melestarikan kearifan lokal Tangerang, sekolah diharapkan mampu menerapkan pendidikan berbasis kearifan lokal,” terang Aan Angsori Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Selasa (16/07/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alumnus S2 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berpendapat, jika sekolah sejak dini tidak menerapkan pembelajaran pendidikan berbasis kearifan lokal, dikhawatirkan kebudayaan setempat tersingkir oleh kemajuan perkembangan dunia teknologi. Perkembangan pesat teknologi memengaruhi niai-nilai kebudayaan lokal.
“Saya berharap dengan penerapan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, mampu melestarikan budaya yang dimiliki Kabupaten Tangerang,” tegas Aan.
Lebih lanjut Aan memaparkan, salah satu ciri khas Tangerang yang pernah mendunia adalah anyaman topi bambu. Bahkan topi mambu mampu menembus pasar Eropa pada masa kejayaannya.
“Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal seperti ini harus dipelajari di sekolah-sekolah. Sehingga generasi muda mampu melestarikan budaya lokal,” ungkap Aan.
Sementara itu, Agus Hasanudin, Pimpinan LKP Topi Bambu Foundation menyambut baik pemikiran yang dimiliki Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Kata Agus, peningkatan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal mengenalkan generasi milenial keunggulan lokal daerah tempat tinggal. Sehingga dapat mengolah sumber daya. Sehingga terlibatnya pelayanan jasa atau kegiatan yang berkaitan dengan keunggulan budaya lokal.
“Jika ini sudah terjadi, maka akan memperoleh penghasilan sekaligus melestarikan budaya , tradisi dan sumbr daya menjadi unggulan serta mampu bersaing secara nasional dan global,” imbuh Agus. (*)
Penulis : mas
Editor : dwi teguh







