bantenraya.co | TANGSEL
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai merealisasikan rencana penambahan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Dari total 24 SMP negeri yang ada saat ini, pembangunan difokuskan pada SMP Negeri 26 Tangerang Selatan yang berlokasi di kawasan Serua Indah, Kecamatan Ciputat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi prioritas pada tahun 2026 dengan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah.
“Untuk tahun ini kita fokus ke SMPN 26 dulu. Lokasinya di Serua Indah, memanfaatkan aset pemda yang sebelumnya merupakan bekas sekolah Taruna Bangsa,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia menambahkan, lahan tersebut dinilai siap digunakan karena sebelumnya pernah difungsikan sebagai gedung SMPN 23 dan SMPN 24.
Secara desain, sekolah ini akan dibangun dengan kapasitas maksimal, yakni hingga 11 rombongan belajar (rombel) per tingkat atau sekitar 33 kelas untuk tiga jenjang.
“Selain ruang kelas, juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium, lab komputer, lab bahasa, ruang guru, serta sarana pendukung lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Deden menegaskan bahwa pembangunan sekolah negeri dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan sekolah swasta.
“Tidak bisa sekaligus dibangun semua. Kita harus bijak agar tidak mengganggu sekolah swasta yang juga berperan dalam pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, rencana pembangunan SMP Negeri 25 Tangerang Selatan dan SMP Negeri 27 Tangerang Selatan masih dalam tahap kajian. SMPN 25 direncanakan berada di wilayah Pamulang, sedangkan SMPN 27 di Jombang.
Untuk mendukung pembangunan SMPN 27, Pemkot Tangsel akan melakukan penggabungan SDN Jombang 05 ke SDN Jombang 03. Nantinya, seluruh kegiatan belajar akan dipusatkan di SDN Jombang 03, sementara lahan eks SDN Jombang 05 akan digunakan untuk pembangunan SMP baru.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikbud Tangsel, Didin Sihabudin, menyebutkan bahwa sosialisasi kepada pihak sekolah dan komite telah dilakukan.
“Gedung lama akan diratakan dan digantikan dengan bangunan SMP negeri berlantai tiga. Targetnya mulai dibangun paling lambat 2027,” jelasnya.
Menurut Didin, pembangunan sekolah baru di wilayah Jombang sangat mendesak, mengingat jumlah lulusan SD mencapai lebih dari 700 siswa setiap tahun, sementara daya tampung SMP negeri masih terbatas.
“Kehadiran sekolah baru ini diharapkan menjadi solusi agar akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat,” pungkasnya. (wil/dam)







