Bawaslu Banten Catat 109 Laporan Dugaan Pelanggaran Selama Masa Kampanye Pilkada 2024

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | Serang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten mencatat sebanyak 109 laporan dugaan pelanggaran selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan laporan dugaan pelanggaran pada Pemilu 2024 yang tercatat sebanyak 84 laporan.

Komisioner Bawaslu Banten Kordiv Penindakan, Badrul Munir, menjelaskan bahwa laporan yang diterima oleh pihaknya berasal dari dua sumber, yaitu laporan masyarakat dan temuan hasil pengawasan. “Selama masa kampanye Pilkada Serentak di Banten, sebanyak 109 laporan kami terima. Laporan tersebut berasal dari pengawasan Bawaslu Banten dan kabupaten/kota,” ujarnya kepada media, Selasa (19/11/2024).

Dari total 109 laporan, Badrul mengungkapkan bahwa 69 laporan di antaranya sudah teregister, sementara 40 laporan lainnya tidak memenuhi syarat untuk diregister. “Laporan yang teregister adalah yang memenuhi syarat, dengan bukti yang jelas dan lengkap. Sedangkan yang tidak teregister umumnya berasal dari pelapor yang tidak memiliki kedudukan hukum yang jelas atau laporan yang masuk terlalu terlambat,” jelas Badrul.

Dari 69 laporan yang teregister, terdapat 27 laporan yang masuk kategori pelanggaran dan 42 laporan lainnya yang tidak terbukti sebagai pelanggaran. “Jenis pelanggaran yang dilaporkan meliputi pelanggaran administrasi, etik, pidana, dan hukum lainnya. Secara rinci, ada 9 laporan terkait pelanggaran administrasi, 3 laporan etik, 4 laporan pidana, dan 12 laporan terkait pelanggaran hukum lainnya,” tambah Badrul.

Baca Juga :  Demi Sungai Lebih Sehat, 50 Botol Ekoenzim Dituangkan di Pakujaya

Bawaslu Banten sendiri menangani 29 laporan, dengan 12 laporan teregister sebagai pelanggaran, sementara 17 laporan tidak teregister. “Laporan-laporan yang teregister ini sebagian besar terkait pelanggaran administrasi dan pidana,” ungkapnya.

Badrul juga mencatat bahwa Banten masuk dalam lima besar provinsi dengan jumlah laporan dugaan pelanggaran pemilu terbanyak di Indonesia. “Jumlah laporan pelanggaran pada Pilkada Serentak 2024 lebih banyak 25 laporan dibandingkan Pemilu 2024, menunjukkan adanya peningkatan perhatian dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu di daerah ini,” pungkasnya. (hed/BN/ris)

Berita Terkait

Kasus Tabrak Lari Cikupa Terkuak, Satu Orang Diamankan
Pengalaman Panjang di DPRD Perkuat Langkah Subhan sebagai Sekwan
PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP
Polda Banten Ungkap Kronologi Pekerja Tewas Terlindas Kontainer
Meski Dikritik, Gibran Dinilai Punya Modal Kuat Menuju Pilpres 2029
Operasi Ketupat Maung 2026, Pelanggaran dan Kecelakaan Menurun
Ikuti Instruksi Bahlil Intan Bagikan 1000 Paket Sembako Golkar
Sah dan Paten, Perempuan Cerdas Pimpin Golkar Kabupaten Tangerang
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:21 WIB

Kasus Tabrak Lari Cikupa Terkuak, Satu Orang Diamankan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:09 WIB

Pengalaman Panjang di DPRD Perkuat Langkah Subhan sebagai Sekwan

Selasa, 7 April 2026 - 11:51 WIB

PKB Lebak Ajukan Empat Nama Calon Ketua DPC ke DPP

Senin, 6 April 2026 - 11:29 WIB

Polda Banten Ungkap Kronologi Pekerja Tewas Terlindas Kontainer

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:40 WIB

Meski Dikritik, Gibran Dinilai Punya Modal Kuat Menuju Pilpres 2029

Berita Terbaru