bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Program Gampang Kerja. Selain menyediakan informasi lowongan dan pelatihan kerja, program tersebut juga mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin bekerja, termasuk bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyaluran dan Penanggungan Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia antara Bank BJB Kantor Cabang Tangerang, PT Wahanakarya Suplaindo, dan LPK Wahana Danau Indah. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, Selasa (7/7/2026).
Maryono mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk membantu calon pekerja migran yang selama ini menghadapi kendala biaya sebelum keberangkatan.
“Pemerintah hadir memastikan kesempatan kerja tidak terhambat hanya karena persoalan pembiayaan. Melalui kolaborasi pemerintah, perbankan, perusahaan penempatan, dan lembaga pelatihan, masyarakat dapat memperoleh akses kerja yang lebih mudah, aman, dan terjangkau,” ujar Maryono.

Ia menjelaskan, fasilitas KUR PMI dapat menjadi solusi bagi calon pekerja migran dalam mempersiapkan kebutuhan keberangkatan secara resmi dan sesuai prosedur. Dengan adanya dukungan pembiayaan tersebut, masyarakat tidak perlu mencari sumber pendanaan yang berisiko atau terkendala biaya awal.
“Masyarakat yang sudah memiliki kompetensi dan peluang kerja harus mendapatkan dukungan hingga bisa benar-benar berangkat. Jangan sampai kesempatan tersebut hilang karena kendala pembiayaan,” katanya.
Maryono menegaskan, pelaksanaan program harus tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, seluruh proses penempatan PMI wajib mengikuti aturan yang berlaku agar memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak ada pungutan di luar mekanisme yang telah ditentukan,” tegasnya.

Selain dukungan pembiayaan, Maryono mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi bagi calon PMI. Kemampuan bahasa, keterampilan teknis, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar tenaga kerja asal Kota Tangerang mampu bersaing di tingkat global.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tingkatkan kemampuan dan tunjukkan bahwa sumber daya manusia Kota Tangerang mampu bersaing di pasar kerja internasional,” pesannya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses kerja yang layak.
“Semoga kolaborasi ini dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan sumber daya manusia Kota Tangerang yang unggul, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Maryono.(Wil)







