Wagub : Pemimpin Harus Cerdas, Berakhlak dan Komunikatif

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | PANDEGLANG

Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah mengatakan, untuk menjadi seorang pemimpin harus cerdas, berakhlak, komunikatif, dan semangat atau proaktif.

Pemerintah dan masyarakat menuntut seorang pemimpin atau pejabat yang berdedikasi, berintegritas, dan melayani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Dimyati saat memberikan materi Integritas Kepemimpinan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Badan Pemgembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten Jl. Lintas Timur AMD No. 6, Kadumerak, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Kemarin.

Dikatakan Dimyati, Eselon 2 adalah jabatan tinggi pratama, jabatan yang sangat strategis. PKN dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, dedikasi, integritas, dan melayani kepada para peserta.

Baca Juga :  Gus Ipul dan Letkol Teddy Kunjungi SRMA 33 Tangsel, Tampilkan Bakat, Mulai Pencak Silat hingga Pameran Lukisan

Dimyati mengungkapkan, tantangan yang dihadapi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ketika menjadi pemimpin antara lain: pertama, tekanan politik dan kepentingan tertentu. Tantangan itu bisa berujung pada ketidakpuasan masyarakat.

Kedua, lanjutnya, adalah berada di zona abu – abu yang bisa mengarah kepada kolusi, korupsi, dan nepotisme. Sehingga, seorang pemimpin harus normatif dan harus punya integritas.

Tantangan ketiga adalah permisif, membiarkan hal – hal yang merusak. “Seorang pemimpin harus punya jati diri. Melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Insya-Allah selamat,” ucap Dimyati.

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga memberikan formula kemampuan yang harus dimiliki untuk berhasil menjadi seorang pemimpin, yakni: perencanaan yang bagus, penganggaran, pengawasan dan evaluasi, pembagian tugas atau distribution power, pelaporan, pertemuan kombinasi atau kolaborasi, peningkatan kinerja, pengambilan keputusan, serta pengelolaan keuangan atau value for money.

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Kajati Banten Cup

Selain itu, lanjut Dimyati, seorang pemimpin harus mampu meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap dirinya, mampu membangun budaya organisasi, mampu menerapkan sistem, mampu menjadi panutan atau teladan, menghindari conflict of interest (kepentingan tersembunyi/terselubung;red), mampu mendorong kinerja yang berkelanjutan, menjaga akuntabilitas atau dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu menjembatani kepentingan pusat dan daerah. (ian/dam)

Berita Terkait

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang
Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban
Pusat Informasi Geologi Pandeglang Diresmikan
Bupati Pandeglang Usulkan Revitalisasi Tiga Pasar
Nilai Tukar Petani Naik, Andra Soni Minta Doa Ulama
Tinawati Ajak Siswa Cegah Perundungan Lewat PKK Mengajar
Tinawati Salurkan PMT untuk Cegah Stunting di Pandeglang
Wabup Iing : Bawaslu Kunci Demokrasi Jujur dan Adil
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:08 WIB

Tradisi Bedug Bergema di Pandeglang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Pandeglang Distribusikan 106 Hewan Kurban

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:09 WIB

Pusat Informasi Geologi Pandeglang Diresmikan

Jumat, 24 April 2026 - 17:53 WIB

Bupati Pandeglang Usulkan Revitalisasi Tiga Pasar

Selasa, 21 April 2026 - 13:47 WIB

Nilai Tukar Petani Naik, Andra Soni Minta Doa Ulama

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pengalaman Panjang di DPRD Perkuat Langkah Subhan sebagai Sekwan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:09 WIB