bantenraya.co | TANGERANG
Tudingan terkait dugaan adanya Mark up pembayaran listrik di SMAN 19 Kabupaten Tangerang dibantah Kepala SMAN 19 Kabupaten Tangerang. Pihak sekolah dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Kepala SMAN 19 Kabupaten Tangerang, Ruri., M.Pd, mengaku berita tentang adanya Mark up pembayaran listrik di sekolah yang dipimpinnya itu hanya hoax.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruri memaparkan, pembayaran listrik dilakukan secara debit langsung ke PLN. Sehingga pihak sekolah tidak mungkin ada Mark up.
“Setiap dana BOS yang SMAN 19 Kabupaten Tangerang dapatkan, langsung debit untuk pembayaran listrik ke PLN,” terang Ruri, kepada bantenraya.co, Minggu (20/07/2025).
Lebih lanjut Ruri memaparkan, secara logika pihak sekolah tidak mungkin main mata dengan pihak PLN, karena pembayaranya langsung melalui debit.
“Dimana celah kami melakukan Mark up? Pembayaran langsung melalui debit. Saya pastikan itu berita hoak,” tegas Ruri.
Sementara itu, Hadianto., M.Pd menjelaskan, semua penggunaan dana BOS sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta dapat dibuktikan dengan dokumen serta laporan pertanggungjawaban resmi.
Menurut Hadianto, tudingan adanya Mark up pembayaran listrik sangat tidak berdasar. Bahkan adanya berita pihak sekolah membayar listrik Rp. 271.950.500 per tahun tidak benar. Karena nilainya tidak sebesar itu.
“Kami memiliki bukti lengkap terkait realisasi penggunaan dana BOS. Mulai dari dokumen laporan keuagan, bukti trasaksi hingga dokumen kegiatan. Semua sudah diaudit dan dipertanggungjawabkan kepada pihak terkait,” ucap Hadianto. (*)
Penulis : Den
Editor : Mas







