bantenraya.co | TANGERANG
Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) Kota Tangerang menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans7 yang menampilkan komentar sera narasi-narasi negatif dan menyesatkan terkait Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Kami menilai bahwa tayangan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap kehormatan ulama, jati diri pesantren, serta tradisi-tradisi salah satu lembaga pendidikan Islam (pesantren) tertua di Indonesia tersebut, sehingga menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat tentang pesantren, Kiai dann tradisi-tradisi keadaban antara antara santri dan kiai yang lazim berlaku di Pesantren.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai partai politik yang lahir dari rahim pesantren dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai pesanren Nahdlatul Ulama (NU), perjuangan para Kiai serta santri dalam rangka berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa, DPC PKB Kota Tangerang menyampaikan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam keras segala bentuk tayangan atau komentar publik yang menistakan martabat pesantren, ulama, dan santri di Indonesia, khususnya pesantren Lirboyo yang secara khusus menjadi objek penayangan jurnalistik di media nasional tersebut.
2. Mendesak Trans7 untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan resmi melalui siaran televisi nasional, bukan hanya melalui media sosial.
3. Menuntut pihak Trans7 untuk melakukan evaluasi dan audit internal terhadap konten sesuai kaedah dan etika jurnalistik agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, bahkan memberikan sanksi kepada jurnalis yang telah melalukan penayangan konten tentang pesantren Lirboyo serta tim produksi program Xpose Uncensored sebagai bentuk pertanggung jawaban jurnalistik yang beretika.
4. Mendorong KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) atau Dewan Pers untuk melakukan peninjauan dan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan Undang-Undang Penyiaran atas pelanggaran etika dan sensitivitas sosial keagamaan dan budaya.
5. Mengajak seluruh insan media untuk menjunjung tinggi prinsip jurnalistik yang berkeadilan, berimbang, dan menghormati nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan bangsa.
6. Menyerukan kepada seluruh konstiuen PKB, khususnya warga Nahdliyyin dan masyarakat Kota Tangerang agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menyikapi peristiwa ini secara arif dan bermartabat, dengan tetap menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa.
Bagi PKB, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, melainkan benteng moral, pusat peradaban, dan akar kebangsaan Indonesia. Pelecehan terhadap pesantren berarti merendahkan salah satu fondasi keislaman dan keindonesiaan kita.
Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi dunia media agar lebih berhati-hati, menghargai kearifan lokal, dan tidak menjadikan isu keagamaan sebagai komoditas sensasional yang merugikan pihak-pihak tertentu.
DPC PKB Kota Tangerang akan terus berdiri bersama warga pesantren, para Kiai, dan seluruh santri di Indonesia dalam memperjuangkan kehormatan dan marwah dunia pendidikan Islam.
Kami juga membuka ruang komunikasi dengan pihak Trans7 untuk klarifikasi langsung, demi penyelesaian yang berkeadilan dan menjaga harmoni sosial.
Ketua DPC PKB Kota Tangerang
H.Ahmad Fuady,LC







