Waspada, Kasus Malaria di Lebak Meningkat Drastis

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | LEBAK

Pemerintah Kabupaten Lebak, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan malaria menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Peringatan ini seiring meningkatnya kasus malaria pada 2025 yang mencapai 24 kasus, naik signifikan dibanding 2024 yang hanya mencatat 8 kasus. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Balitbangda Lebak, Paryono, mengatakan peningkatan kasus tersebut harus menjadi perhatian serius.

“Peningkatan ini patut diwaspadai, terutama karena curah hujan cukup tinggi sehingga memicu berkembangnya nyamuk Anopheles,” ujarnya di Rangkasbitung, Rabu (19/11/2025). Ia menjelaskan wilayah pesisir pantai masih menjadi kawasan rawan penularan malaria akibat banyaknya laguna yang menjadi habitat nyamuk pembawa parasit tersebut. Namun sebagian besar kasus di Lebak tahun ini merupakan kasus impor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari 24 kasus, banyak yang merupakan kiriman dari luar daerah seperti Papua dan Asahan, Sumatera Utara,” kata Paryono.

Distribusi pasien malaria tersebar di berbagai fasilitas kesehatan.

Sebanyak 10 pasien ditangani di RS Malingping, dua di RS Kartini Rangkasbitung, dua di Puskesmas Pajagan, enam di Puskesmas Binuangeun, satu di RSUD Adjidarmo, dua di Puskesmas Cihara, dan satu di Puskesmas Bayah.

Baca Juga :  Lingkungan Bersih Jadi Kunci Cegah Virus Hanta

Meski terjadi peningkatan kasus, tidak ada laporan korban meninggal.

“Kasus malaria tahun ini semuanya tertangani dengan baik. Tidak ada pasien yang meninggal karena mereka cepat mendapatkan perawatan medis,” ucap Paryono.

Menurutnya, upaya penanganan malaria di Lebak selama ini sudah berjalan optimal. Bahkan Lebak telah memperoleh sertifikat eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan pada 2022.

“Kami terus bekerja keras agar status bebas malaria ini tetap terjaga,” ucapnya.

Paryono menambahkan masyarakat harus tetap waspada meski Lebak telah berstatus eliminasi.

“Pencegahan tidak boleh kendor. Warga harus menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksa kesehatan jika merasakan gejala,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah, juga menegaskan pentingnya pencegahan.

“Kami mengajak masyarakat melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menjaga kebersihan lingkungan untuk memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Intan Dukung  Eliminasi Kusta  dalam Forum Tingkat Tinggi Kemenkes di Bali

Ia menjelaskan petugas kesehatan secara rutin melakukan penyemprotan larvasida di laguna pantai guna membunuh jentik nyamuk Anopheles.

Selain itu, mereka juga menebar ikan pemakan jentik di titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Firman menambahkan pembagian kelambu kepada masyarakat di daerah endemis juga terus dilakukan.

“Kelambu sangat efektif untuk menghindari gigitan nyamuk pada malam hari, terutama di wilayah yang dekat dengan laguna,” ucapnya.

Ia mengingatkan curah hujan tinggi sangat berpotensi meningkatkan penularan malaria.

“Jika warga mengalami demam tinggi dan menggigil, jangan tunda. Segera datang ke puskesmas atau rumah sakit,” ujar Firman.

Upaya peningkatan SDM kesehatan juga menjadi perhatian. Menurut Firman, pelatihan teknis bagi petugas laboratorium dan lapangan dilakukan setiap tahun.

“Kami ingin memastikan petugas mampu mendeteksi gejala malaria sejak dini agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” katanya. (Jat/TR)

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal
Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas
Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya
Pemkot Tangerang Perkuat Penataan Kawasan Tugu Adipura dari Aktivitas PKL Liar
Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru
Waspada Stroke Usia Muda: Gejala, Penyebab Utama, dan Pencegahannya
Waspada Stroke Usia Muda: Gejala, Penyebab Utama, dan Pencegahannya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:16 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:52 WIB

Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:34 WIB

Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas

Senin, 8 Juni 2026 - 09:18 WIB

Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:19 WIB

Pemkot Tangerang Perkuat Penataan Kawasan Tugu Adipura dari Aktivitas PKL Liar

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Bonus Rp25 Juta Menanti Peraih Emas PEPARPEDA

Senin, 22 Jun 2026 - 10:02 WIB

Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur Jadi Agenda Utama dalam Reses Edi Suhendi

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:55 WIB