Catur Ajarkan Filosofi Hidup dan Bentuk Karakter Kepemimpinan

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | TANGERANG

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menilai permainan catur memiliki filosofi mendalam yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, catur tidak hanya berfungsi melatih pola pikir, tetapi juga efektif membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

​Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Babak Final Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Tahun 2025 dan Open Ngeround Akhir Tahun 2025 Percasi Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dimyati mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi tersebut. Ia berharap ajang ini dapat memunculkan bibit atlet catur potensial sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

Baca Juga :  Pecandu Olahraga Ekstrem

​”Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya bermain telepon seluler atau menonton televisi saja, tetapi berinteraksi secara nyata. Dengan demikian, mereka akan memiliki jiwa sportif, mental pejuang yang pantang menyerah, dedikasi, integritas, serta jiwa kepemimpinan,” ujar Dimyati.

​Lebih lanjut, Dimyati menekankan pentingnya aspek perencanaan dan analisis dalam catur yang selaras dengan pengambilan keputusan dalam hidup. Ia mengibaratkan langkah catur sebagai manajemen risiko.

​”Dalam catur, berpikir dulu baru melangkah, jangan sebaliknya. Lakukan analisis risiko atau analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terlebih dahulu. Setiap langkah harus dilakukan dengan keyakinan,” tegasnya.

​Selain aspek strategi, Dimyati menyoroti nilai sportivitas dan saling menghargai yang diajarkan dalam olahraga ini. Menurutnya, catur adalah permainan damai yang mengedepankan intelektualitas tanpa kekerasan fisik.

Baca Juga :  PWI Bertekad Mengawal Pemberitaan Berkualitas dan Berimbang, Jokowi Minta Wartawan Patuhi Kode Etik Jurnalistik

​”Tidak ada perkelahian dalam catur. Baik yang kalah maupun yang menang sama-sama tertawa,” ucapnya.

​Menutup pernyataannya, Dimyati menjelaskan bahwa catur juga mengajarkan pemberdayaan peran. Setiap bidak, mulai dari pion hingga menteri, memiliki fungsi krusial untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini dapat melatih kesabaran, ketekunan, dan kewaspadaan.

​”Catur melatih kesabaran dan ketekunan. Kalau terburu-buru bisa kalah. Catur juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah serta tidak boleh lengah,” pungkas Dimyati. (dam)

 

Berita Terkait

Pepaperda IX Resmi Bergulir, Kota Tangerang Bidik Kembali Gelar Juara Umum
Bonus Rp25 Juta Menanti Peraih Emas PEPARPEDA
POPDA XII Banten 2026 Usai, Kota Tangerang Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum
KD PERTIWI Cup 1 Resmi Bergulir, Duo D Kelapa Dua Hadirkan Gebrakan Baru Sepak Bola Putri
Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru
PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama
Tawuran Maut di Sukadiri, 14 Pelajar Ditangkap
Wabup Intan Dorong Kang Nong Tingkatkan Kompetensi untuk Majukan Pariwisata
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:10 WIB

Pepaperda IX Resmi Bergulir, Kota Tangerang Bidik Kembali Gelar Juara Umum

Senin, 22 Juni 2026 - 10:02 WIB

Bonus Rp25 Juta Menanti Peraih Emas PEPARPEDA

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:33 WIB

POPDA XII Banten 2026 Usai, Kota Tangerang Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum

Senin, 15 Juni 2026 - 11:02 WIB

KD PERTIWI Cup 1 Resmi Bergulir, Duo D Kelapa Dua Hadirkan Gebrakan Baru Sepak Bola Putri

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:58 WIB

Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru

Berita Terbaru