Pasien Banten Terbantu Rumah Singgah Gratis di Jakarta

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | JAKARTA

Pasien asal Banten yang menjalani pengobatan di Jakarta kini dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Singgah Pemerintah Provinsi Banten secara gratis selama masa perawatan.

Rumah singgah yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Raya Nomor 51, Tebet, Jakarta Selatan tersebut diperuntukkan bagi pasien asal Banten yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional maupun rumah sakit lainnya di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pengguna fasilitas tersebut, Haris Sudianto (57), warga Cikande, Kabupaten Serang, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan rumah singgah. Saat ini ia sedang mendampingi istrinya menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Saya mengetahui rumah singgah ini dari media sosial Gubernur Banten. Setelah menghubungi pengelola, akhirnya kami bisa tinggal di sini,” ujar Haris di Rumah Singgah Pemprov Banten, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu karena istrinya harus menjalani pengobatan rutin berupa radioterapi dan kemoterapi. Sebelumnya, ia harus bolak-balik dari Cikande ke Jakarta dengan biaya transportasi yang cukup besar.

Baca Juga :  RPJMD 2026 Jadi Perhatian Gubernur dalam Rapat Bersama OPD

“Sekali perjalanan pulang-pergi bisa mencapai sekitar Rp500 ribu. Jika dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu tentu sangat memberatkan,” katanya.

Rumah Singgah Pemprov Banten sendiri diresmikan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada 3 Maret 2025. Fasilitas ini dibangun sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Jakarta.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten Ika Sri Erika mengatakan, rumah singgah merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan.

“Rumah singgah ini dapat menampung sekitar 20 pasien atau sekitar 40 orang jika termasuk pendamping,” ujarnya.

Selain menyediakan tempat tinggal, rumah singgah juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti tabung oksigen, kursi roda, tempat tidur, serta perlengkapan kebersihan dasar. Pasien juga mendapatkan layanan makan dengan memperhatikan kebutuhan gizi, termasuk daging, sayur, buah, susu, dan makanan ringan.

Baca Juga :  Pemprov Banten Prioritaskan Penguatan Program Banten Sehat

Pemprov Banten juga menyediakan layanan transportasi antar-jemput dari rumah singgah menuju rumah sakit dan sebaliknya.

“Kami menyiapkan dua mobil operasional dan satu ambulans. Ambulans diprioritaskan bagi pasien yang tidak dapat duduk, sedangkan mobil operasional digunakan untuk mengantar beberapa pasien sekaligus,” jelasnya.

Manfaat rumah singgah juga dirasakan Jabidi (41), pedagang sate keliling asal Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang sedang menjalani pengobatan sinusitis di RSCM Jakarta.

Ia mengaku telah memanfaatkan fasilitas tersebut sejak Oktober 2025.

“Alhamdulillah sangat membantu. Di sini ada tempat tinggal, makan, dan kendaraan untuk antar ke rumah sakit,” katanya.

Ke depan, Pemprov Banten berencana menambah sejumlah fasilitas di rumah singgah, seperti ruang cuci pakaian, dapur, serta area jemur guna meningkatkan pelayanan bagi pasien dan pendamping.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,” kata Ika. (dam/hmi)

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal
Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas
Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya
Pemkot Tangerang Perkuat Penataan Kawasan Tugu Adipura dari Aktivitas PKL Liar
Prime Plaza Run 2026 Resmi Kembali, Hadir dengan Semangat dan Pengalaman Baru
Waspada Stroke Usia Muda: Gejala, Penyebab Utama, dan Pencegahannya
Waspada Stroke Usia Muda: Gejala, Penyebab Utama, dan Pencegahannya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:16 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Perkuat Edukasi Manajemen Stres Dan Dukungan Psikologi Awal

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:52 WIB

Yuk Jaim Jadi Strategi Kota Tangerang Tekan Risiko Stunting Sejak Dini

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:34 WIB

Stunting di Kota Tangerang Capai 5,4 Persen, Pencegahan Jadi Prioritas

Senin, 8 Juni 2026 - 09:18 WIB

Penyakit Hati Kronis: Kenali Gejala Awal dan Pemicunya

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:19 WIB

Pemkot Tangerang Perkuat Penataan Kawasan Tugu Adipura dari Aktivitas PKL Liar

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Rakor PPID

Selasa, 23 Jun 2026 - 14:11 WIB