RPJMD 2026 Jadi Perhatian Gubernur dalam Rapat Bersama OPD

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantenraya.co | SERANG

Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kebijakan nasional.

Instruksi tersebut disampaikan saat penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2026 sekaligus penandatanganan Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Kegiatan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (8/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang paling utama adalah kecepatan. Kecepatan dalam merencanakan, mengeksekusi, dan menyelesaikan program serta kegiatan menjadi salah satu ukuran utama penilaian kinerja,” tegas Andra Soni.

Ia menjelaskan, penyerahan DPA SKPD merupakan tahapan krusial dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang telah mendapat persetujuan DPRD Provinsi Banten serta evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Andra Soni menegaskan bahwa visi dan misi Pemerintah Provinsi Banten sejalan dengan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pelaksanaan program harus dilakukan secara optimal, efisien, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Zakiyah Beberkan 16 Program Prioritas di Musrenbang RPJMD 2025-2029

“Tahun 2026 kondisi fiskal mengalami penyesuaian akibat perubahan kebijakan transfer ke daerah. Namun, kita harus tetap optimis dengan melakukan efisiensi, meningkatkan kreativitas daerah, serta mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara cermat dan terukur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan bahwa delapan program prioritas Pemprov Banten menunjukkan tren positif, terutama di sektor ketahanan pangan. Provinsi Banten kini tercatat sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan surplus produksi beras dan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP).

Selain pembangunan infrastruktur, Andra Soni menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan sektor sosial. Salah satu fokus utama pada 2026 adalah program Banten Cerdas.

“Ada delapan program prioritas yang akan kita kerjakan, salah satunya Banten Cerdas melalui program sekolah gratis. Pendidikan gratis ini merupakan upaya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak di Banten untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa, dengan menjunjung tinggi efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas serta menjauhi konflik kepentingan dan praktik korupsi.

Baca Juga :  Polda Banten Luncurkan Roadmap Maung Presisi

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi melaporkan struktur APBD Tahun Anggaran 2026 sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 6 Tahun 2025. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp10,08 triliun, sedangkan belanja daerah dialokasikan sebesar Rp10,04 triliun.

“Terdapat surplus APBD sebesar Rp42,95 miliar yang akan digunakan untuk menutup defisit pembiayaan. Pembiayaan daerah dianggarkan minus Rp42,95 miliar lebih,” jelas Deden.

Penjabaran APBD 2026 dituangkan dalam 1.413 dokumen DPA SKPD, yang terdiri atas 13 dokumen DPA Pendapatan Daerah, 3.484 dokumen DPA-SKPD Belanja Daerah, serta satu dokumen DPA Pembiayaan Daerah.

Deden juga menyampaikan realisasi sementara APBD Tahun Anggaran 2025 yang menunjukkan kinerja positif. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp9,71 triliun atau 92,80 persen dari target Rp10,46 triliun, sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp9,91 triliun atau 92,06 persen dari pagu Rp10,77 triliun.

“Capaian tersebut menjadi modal awal yang baik dalam mengawali pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026,” pungkasnya. (dam/hmi)

Berita Terkait

Mulai Mei, Urus Pajak Kendaraan Bekas di Banten Makin Gampang
Ikuti arahan Gubernur, Kadis Dindikbud Banten Pastikan Rombel 36 untuk SMA dan SMK
Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak
Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026
Wagub Minta BAZNAS Banten Buat Terobosan Program Zakat
Wagub Banten Ajak Kaum Perempuan Produktif Berwirausaha
Pemkot Serang Musnahkan 2.829 Botol Miras Hasil Razia
Banten Marathon Jadi Magnet Sport Tourism Daerah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Mulai Mei, Urus Pajak Kendaraan Bekas di Banten Makin Gampang

Rabu, 29 April 2026 - 15:16 WIB

Ikuti arahan Gubernur, Kadis Dindikbud Banten Pastikan Rombel 36 untuk SMA dan SMK

Jumat, 17 April 2026 - 13:47 WIB

Polisi Bongkar Modus Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg di Lebak

Selasa, 14 April 2026 - 13:45 WIB

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026

Rabu, 8 April 2026 - 15:27 WIB

Wagub Minta BAZNAS Banten Buat Terobosan Program Zakat

Berita Terbaru

headline

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:33 WIB

headline

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:21 WIB

headline

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:17 WIB