90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bantenraya.co | LEBAK

Sebanyak 23 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan berpotensi mengalami krisis air bersih.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan wilayah terdampak tersebar di 90 desa dengan jumlah penduduk mencapai 71.786 jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan pemetaan, terdapat 23 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Untuk sementara, kami belum menerima laporan adanya warga yang kesulitan air bersih,” ujar Febby, Rabu (29/4/2026).

Adapun kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan di antaranya Maja, Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Cirugbitung, Bojongmanik, Malingping, dan Sajira.

Baca Juga :  Oknum ASN Kesbangpol Diduga Tipu Modus Honorer 40 Juta

Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, dengan puncak pada Juli.

“Saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau yang ditandai cuaca ekstrem, seperti panas pada siang hari, hujan pada sore hari, serta potensi angin kencang,” katanya.

BPBD Kabupaten Lebak, lanjutnya, terus melakukan pemantauan di wilayah rawan guna mengantisipasi krisis air bersih. Meski belum ada laporan dari masyarakat, langkah penanganan telah disiapkan.

Baca Juga :  Lagi, Achsanul Qosasi Serahkan Uang Korupsi Kominfo

“Antisipasi sudah kami lakukan, salah satunya melalui pompanisasi. Selain itu, kami juga menyiapkan tiga unit armada tangki untuk distribusi bantuan air bersih jika dibutuhkan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui BPBD bersama dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan organisasi perangkat daerah lainnya, juga telah melakukan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.

Menurut Febby, kekeringan merupakan bencana yang hampir terjadi setiap tahun, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada.

“Yang terpenting adalah kesiapan bersama dalam menghadapi kondisi ini. Kami mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap melakukan langkah antisipasi,” pungkasnya. (eem/dam/hmi)

Berita Terkait

KNPI Pertanyakan Jaminan Pemiliharan Rehabilitasi Jalan Surianen – Pasir Gadung
May Day Penuh Kebersamaan, Buruh Tangsel Pilih Kumpul Bersama Keluarga
Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi
PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama
Rekomendasi DPRD Jadi Acuan, Pemkot Tangerang Perkuat Kinerja
Sachrudin: Damkar, Satpol PP, dan Satlinmas Harus Selalu Jadi Garda Terdepan Warga
TK Durrotul Hikmah Ajak Siswa Kenal Pertanian Lewat Panen Raya
Demi Sungai Lebih Sehat, 50 Botol Ekoenzim Dituangkan di Pakujaya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

KNPI Pertanyakan Jaminan Pemiliharan Rehabilitasi Jalan Surianen – Pasir Gadung

Kamis, 30 April 2026 - 16:24 WIB

May Day Penuh Kebersamaan, Buruh Tangsel Pilih Kumpul Bersama Keluarga

Kamis, 30 April 2026 - 16:21 WIB

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 April 2026 - 16:17 WIB

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Berita Terbaru

headline

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:33 WIB

headline

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:21 WIB

headline

PSG 5-4 Bayern Munich Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:17 WIB