bantenraya,co | CILEGON
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengingatkan agar berbagai inovasi yang telah dijalankan kelompok kerja (Pokja) PKK dapat terus dipertahankan, dikembangkan, dan dilaksanakan secara berkesinambungan.
Pesan tersebut disampaikan Tinawati saat meninjau penilaian pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (3/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun 10 Program Pokok PKK meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.
Tinawati menjelaskan, kegiatan penilaian yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan untuk memastikan peran PKK hingga tingkat keluarga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berdampak langsung terhadap pemberdayaan keluarga, anak-anak, lansia serta masyarakat. Bukan karena ada sesuatu,” katanya.
Menurutnya, melalui momentum HKG PKK, pemberdayaan masyarakat diharapkan semakin merata dan produktif. Program-program PKK juga dapat menjangkau wilayah yang belum tersentuh secara optimal oleh program pemerintah.
“Apalagi Kota Cilegon ini potensi SDA-nya cukup besar. Banyak industri-industri besar yang bisa dijadikan mitra PKK dalam pemberdayaan masyarakat. Sehingga realokasi anggaran yang dilakukan pemerintah, tidak akan berdampak pada program kerja PKK,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tinawati bersama tim juri TP PKK Provinsi Banten melakukan peninjauan dan penilaian di sejumlah lokasi. Di antaranya kerajinan tikar dan tas hasil karya kelompok lansia serta inovasi Kampung Pola Asuh Anak di Era Digital (Paaredi) yang menjadi program Pokja I di Graha Posco Community Learning Center (CLC).
Selanjutnya, rombongan meninjau berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Asoka, meliputi pengolahan sampah, rumah sehat, Bank Sampah Sinar Lestari, serta Pekarangan Pangan Lestari yang menjadi bagian dari program Pokja III.
Peninjauan juga dilakukan terhadap sejumlah program unggulan lainnya, seperti UP2K Pucuk Merah, Rumah PKK Produksi, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Barokah, program Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Keterampilan Keluarga (Rumah Dilan), Kampung Mandiri, Koperasi Sejahtera Bersama PKK, hingga inovasi Orang Tua Gemar Mengaji (Tumarji).
“Saya melihat pemberdayaan yang dilakukan oleh PKK Kelurahan Kubangsari ini sudah sangat bagus. Selain meninjau, berbagai administrasi kesekretariatannya juga sudah cukup baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar, mengapresiasi penunjukan PKK Kelurahan Kubangsari sebagai perwakilan Kota Cilegon dalam penilaian tersebut.
Ia berharap berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang telah dijalankan dapat menjadi inspirasi bagi PKK di kelurahan lain untuk meningkatkan peran dan kontribusinya kepada masyarakat.
“Saya melihat peran PKK ini sangat strategis. Maka dari itu, saya harap pemberdayaan yang sudah dilakukan di Kubangsari bisa diadaptasi oleh kelurahan lainnya,” katanya. (ian/dam)







