bantenraya.co | TANGERANG
Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya menekan angka pengangguran melalui program unggulan Gampang Kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT LPK Wahana Danau Indah dan para kepala SMK se-Kota Tangerang dan Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat hingga ke luar negeri. Menurutnya, program penempatan kerja ke Jepang telah berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran di Kota Tangerang.
Hingga saat ini, Kota Tangerang tercatat telah memberangkatkan 271 tenaga kerja ke Jepang melalui berbagai program penempatan kerja luar negeri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan pihaknya akan terus memperluas sosialisasi program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Informasi program akan disebarluaskan melalui sekolah, perguruan tinggi, hingga berbagai kanal resmi Disnaker Kota Tangerang.
Selain memberikan akses informasi, Pemkot Tangerang juga menyediakan pelatihan Bahasa Jepang gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan regulasi terkait subsidi pelatihan di lembaga pelatihan kerja swasta.
Sementara itu, CEO PT Wahana Danau Indah, Lili Njoyn, mengungkapkan bahwa sebanyak 18 sekolah dengan sekitar 300 siswa sedang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Peluang kerja yang tersedia mencakup sektor perhotelan, bandara, manufaktur, perawatan lansia, konstruksi, hingga perawatan gedung.
Untuk dapat bekerja di Jepang, peserta diwajibkan lulus ujian Bahasa Jepang minimal level N4 dan memiliki sertifikat keahlian Specified Skilled Worker (SSW) sebagai syarat pengurusan visa kerja.
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Tangerang berharap semakin banyak lulusan sekolah yang memiliki kesempatan berkarier di tingkat internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja global. (wil/dam)







